Bangkit, Rupiah Menguat di Bawah Rp 14.300 Per Dollar AS

Kompas.com - 11/09/2015, 09:24 WIB
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015). Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 16 poin pada Selasa pagi menjadi Rp 13.430 dibanding sebelumnya di posisi Rp 13.414 per dolar AS. TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWANPetugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015). Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 16 poin pada Selasa pagi menjadi Rp 13.430 dibanding sebelumnya di posisi Rp 13.414 per dolar AS.
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan Jumat (11/9/2015) berhasil bangkit hingga berada di bawah level 14.300, setelah kemarin terpuruk. Rupiah dibuka di level 14.298,4, menguat dibanding penutupan kemarin pada 14.332,5.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda pukul 09.00 WIB menguat ke posisi Rp 14.282 per dollar AS.

Pada perdagangan di New York, Kamis waktu setempat, dollar AS diperdagangkan sedikit lebih rendah terhadap sebagian besar mata uang utama. Turunnya mata uang AS ini karena data inflasi AS yang lemah sehingga mengurangi dampak ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Menurut AFP, harga impor AS turun 1,8 persen pada Agustus, penurunan tertajam sejak Januari, sebut Kementerian Tenaga Kerja dalam sebuah laporan. "Hal ini mengurangi dampak perkiraan The Fed akan menaikkan suku bunga pertemuan kebijakan mendatang," kata analis.

Joe Manimbo dari Western Union Business Solutions mengatakan, semua mata akan mengamati data inflasi grosir dan sentimen konsumen AS pada Jumat. "Kabar lesu bisa membuat dollar melemah menjelang pertemuan Fed penting minggu depan," tambahnya.

Namun, terhadap yen, dollar AS memperpanjang kenaikan nilai kurs pada Kamis, yakni naik menjadi 120,63 yen pada sekitar 21.00 GMT dari sebelumnya 120,54 pada waktu yang sama hari sebelumnya.

Sementara itu, mata uang lainnya, poundsterling Inggris, menguat terhadap dollar dan euro setelah bank sentral Inggris, Bank of England, mempertahankan kebijakan moneternya tak berubah seperti yang diharapkan, menjaga suku bunga pada rekor rendah 0,5 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jokowi Akui Paket Kebijakan Tak Bisa Langsung Kuatkan RupiahDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.