Petani Tembakau Rugi Rp 340 Miliar akibat Letusan Gunung Raung

Kompas.com - 22/09/2015, 11:55 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko
SURABAYA, KOMPAS.com - Petani tembakau jenis Na Oogst dan Vor Oogst di Kabupaten Jember, yang mengalami kerugian akibat erupsi Gunung Raung, meminta pemerintah memberi ganti rugi.

"Kami ingin dibantu seperti korban lumpur Lapindo Sidoarjo. Karena hasil panen kami tidak diserap pabrikan dan pasar tradisional," kata Abdurrachman, Ketua Asosiasi Petani Tembakau (APT) Kasturi, di Desa Sumber Pinang, Pakusari, Jember, Senin (21/9/2015).

Abdurahman menjelaskan, saat ini ada 6.800 hektar dari total sekitar 14.000 hektar pertanian tembakau di Jember yang mengalami gagal panen akibat bencana erupsi Juli lalu.

Lahan tersebut terdiri dari 4.900 hektar lahan tembakau jenis Vor Oogst dan 1.900 hektar lahan tembakau jenis Na Oogst.

Jika dirata-rata mulai dari pengolahan lahan hingga panen diperlukan modal Rp 50 juta per hektar, maka diperkirakan kerugian petani tak kurang dari Rp 340 miliar akibat erupsi Gunung Raung.

Selanjutnya, harga jual tembakau hasil panenan juga terjun bebas dibandingkan tahun lalu. Hal ini karena setiap lembar daun tembakau milik petani, melekat debu vulkanik Gunung Raung yang mengandung silica dan sulfur dengan rasio berat sekitar 10 persen. Artinya, dalam 1 kilogram daun tembakau kering yang dipanen melekat sekitar 100 gram debu vulkanik.

“Kalau tahun lalu tembakau Kasturi milik saya ini masih laku dijual hingga Rp 4 juta per kuintal, sekarang ini hanya ditawar orang sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per kuintal. Itupun kalau ada yang mau menawar,” lanjut Abdurrachman.

Ketua Kelompok Petani Tembakau Kasturi "Sumber Rejeki III", Purnoto, menambahkan, dirinya tidak bisa menjual tiga ton panen tembakau Kasturi miliknya.

“Saya tanam tembakau Kasturi dua hektar pada bulan Mei lalu. Sampai sekarang semua masih menumpuk di gudang, karena tidak ada yang mau beli,” jelas Purnoto.

Para petani tembakau Na Oogst kualitas ekspor untuk rokok cerutu khas Indonesia ini, mengaku pasrah dan membiarkan daun tembakau milik mereka teronggok di dalam gudang. (Sri Handi Lestari)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.