Kompas.com - 22/09/2015, 19:42 WIB
Keuangan syariah Indonesia PrimusKeuangan syariah Indonesia
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengingatkan kembali konsep berbagi risiko dalam sistem asuransi berbasis syariah. "Konsep utama asuransi syariah adalah saling menolong antara peserta," kata Ketua Umum AASI Adi Pramana dalam siaran persnya pada Selasa (22/9/2015).

Adi mengatakan mekanisme berbagi risiko sejalan dengan perintah Nabi Muhammad SAW. Di dalam konsep itu, peserta yang sehat menolong yang sakit, yang beruntung membantu yang kurang beruntung.

Adi menambahkan, saat ini, asuransi syariah mengembangkan produk asuransi mikro. Khusus untuk sektor ini, AASI mengembangkan program asuransi mikro SiBijak. Kontribusi atau premi asuransi ini hanya sebesar Rp 50.000 per tahun.

Selain itu, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jumlah tertanggung individu asuransi jiwa sampai kuartal kedua tahun ini  mencapai 16,60 juta. Angka ini meningkat dibandingkan dengan jumlah tertanggung  individu per kuartal kedua tahun 2014 yang 11,30 juta orang.

Kenaikan signifikan 46,9 persen ini menunjukkan bahwa asuransi jiwa sudah merupakan suatu kebutuhan bagi seseorang untuk perlindungan atau proteksi diri. Data AAJI mengenai kinerja asuransi jiwa di semester pertama 2015 menunjukkan bahwa pertumbuhan total pendapatan premi asuransi jiwa mencapai 26,6 persen, meningkat dari Rp 53,58 triliun di periode yang sama pada 2014 menjadi sebesar Rp 67,8 triliun.

Menurut Togar Pasaribu, Pjs. Direktur Eksekutif AAJI,  saat ini terjadi semacam kontradiksi, yakni pertumbuhan ekonomi melemah namun premi asuransi jiwa justru meningkat. “Sehingga menurut saya, belum tentu pertumbuhan premi asuransi jiwa itu berbanding lurus dengan pertumbuhan perekonomian. Karena dalam kondisi apapun, asuransi dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk dalam kondisi perekonomian yang melambat seperti ini. Sebagai contoh, soal kesehatan. Dalam kondisi perekonomian tumbuh tinggi maupun melemah seperti saat ini, orang yang sakit perlu berobat. Sehingga asuransi kesehatan tetap diperlukan,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sosialisasi mengenai pentingnya berasuransi dan merencanakan keuangan ini menjadi kerja besar yang dilakukan secara bersama oleh regulator (Otoritas Jasa Keuangan) dan pelaku industri asuransi di bawah payung Dewan Asuransi Indonesia (DAI).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.