Kompas.com - 01/10/2015, 15:17 WIB
Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER. SHUTTERSTOCKPesawat Lion Air Boeing 737-900ER.
EditorBambang Priyo Jatmiko
KOMPAS.com - Maskapai jaringan afiliasi Lion Group, Thai Lion Air baru saja mengantongi sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Dunia (International Air Transport Association/IATA). Sertfikasi ini menerapkan sistem audit yang diakui secara internasional.

“Kami Thai Lion Air begitu bangga karena telah mencapai dan tergabung dengan IOSA. Thai Lion Air terbilang baru untuk industri Thai LCC,” kata Aswin Yangkirativorn, CEO of Thai Lion Air dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10/2015).

Menurutnya, sertifikat ini berhasil diperoleh dalam waktu yang sangat singkat. Kata Aswin, Thai Lion Air menjalani proses selama kurang lebih 24 bulan. Kata dia, program IOSA ini bisa memberikan manfaat seperti penghapusan redundansi audit, mengurangi biaya dan kebutuhan akan sumber daya audit.

Hingga kini maskapai yang didirikan tahun 2013 itu sudah melayani 9 rute domestik dan 1 penerbangan internasional. Tingkat keterisian penumpang (load factor) Thai Lion Air mencapai 90 persen. Perseroan menargetkan bisa meraih jumlah penumpang hingga 2,8 juta pada akhir tahun ini. (RR Putri Werdiningsih)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rights Issue, Bank Banten Raup Dana Rp 618 Miliar

Rights Issue, Bank Banten Raup Dana Rp 618 Miliar

Rilis
Ujian LRT Jabodebek: Proyek Molor, Biaya Bengkak dan Kini Tabrakan

Ujian LRT Jabodebek: Proyek Molor, Biaya Bengkak dan Kini Tabrakan

Whats New
Merger Indosat–Tri, Pemerintah Diminta Jaga Persaingan Industri Telekomunikasi

Merger Indosat–Tri, Pemerintah Diminta Jaga Persaingan Industri Telekomunikasi

Whats New
Pahami Perbedaan Rute LRT Jabodebek dan LRT Jakarta

Pahami Perbedaan Rute LRT Jabodebek dan LRT Jakarta

Whats New
OJK Luncurkan Blueprint Transformasi Digital Perbankan, Ini Poin-poin Pentingnya

OJK Luncurkan Blueprint Transformasi Digital Perbankan, Ini Poin-poin Pentingnya

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 22 Ditutup Besok, Daftar di www.prakerja.go.id

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 22 Ditutup Besok, Daftar di www.prakerja.go.id

Whats New
Hingga September 2021, Nilai Transaksi BNI Mobile Banking Capai Rp 447 Triliun

Hingga September 2021, Nilai Transaksi BNI Mobile Banking Capai Rp 447 Triliun

Whats New
IHSG Menguat pada Sesi I Perdagangan, Asing Koleksi BBCA, BBRI, dan KLBF

IHSG Menguat pada Sesi I Perdagangan, Asing Koleksi BBCA, BBRI, dan KLBF

Whats New
 Kuota Kartu Prakerja Gelombang 22 46.000, Daftar di Prakerja.go.id

Kuota Kartu Prakerja Gelombang 22 46.000, Daftar di Prakerja.go.id

Whats New
Produsen Cangkul Gresik Jadi yang Pertama Kantongi SNI Tipe A dari Kemenperin

Produsen Cangkul Gresik Jadi yang Pertama Kantongi SNI Tipe A dari Kemenperin

Whats New
Kustodian: Pengertian dan Fungsinya

Kustodian: Pengertian dan Fungsinya

Spend Smart
Siap-siap Tes SKB CPNS 2021, BKN: Kemungkinan Tidak Akan Ada Lagi Ujian Susulan

Siap-siap Tes SKB CPNS 2021, BKN: Kemungkinan Tidak Akan Ada Lagi Ujian Susulan

Whats New
Maksimalkan Produksi CPO, BPDPKS: Tingkatkan Keterampilan Petani Swadaya

Maksimalkan Produksi CPO, BPDPKS: Tingkatkan Keterampilan Petani Swadaya

Whats New
Pertamina Tetap Jual Pertalite Rp 7.650 Per Liter meski Harga Sebenarnya Rp 11.000

Pertamina Tetap Jual Pertalite Rp 7.650 Per Liter meski Harga Sebenarnya Rp 11.000

Whats New
Mau Tukar Dollar AS? Cek Kurs Rupiah Hari Ini

Mau Tukar Dollar AS? Cek Kurs Rupiah Hari Ini

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.