Pemerintah Indonesia Tak Lagi Gunakan Standar CPO Uni Eropa

Kompas.com - 12/10/2015, 09:30 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara atau melakukan moratorium atas penggunaan standar crude palm oil (CPO) yang dibuat oleh Uni Eropa.

Menurut Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, selama ini pemerintah selalu menuruti persyaratan yang diajukan oleh Uni Eropa terkait ekspor CPO.

Terlebih lagi, Indonesia dan Malaysia saat ini akan membentuk standar baru atas produk CPO yang akan mengakomodasi kepentingan kedua negara. Rizal mengatakan, dirinya bersama dengan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup telah sepakat terhadap moratorium ini. "Kami sepakat, standar negara Barat yang merugikan kami hold," ujar Rizal, Minggu (11/10/2015).

Rizal beralasan, standar CPO yang ketat dari Uni Eropa selama ini telah merugikan produsen CPO lokal, terutama mereka yang berskala produksi kecil. Walau demikian, Rizal mengaku tidak takut permintaan CPO nasional berkurang.

Untuk menyiasati agar permintaan CPO tetap ada, pemerintah akan melobi Pemerintah China dan India agar mau menggunakan standar CPO yang dibuat Indonesia-Malaysia. Sebab, kedua negara itu telah sepakat membentuk dewan negara-negara penghasil minyak kelapa sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC).

CPOPC juga akan membuat standar untuk menyaingi standar CPO yang dibuat Uni Eropa. Jika China setuju, maka permintaan CPO diharapkan akan tetap tinggi. (Asep Munazat Zatnika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.