Kompas.com - 27/10/2015, 15:29 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Peningkatan produksi gula nasional yang menjadi salah satu program swasembada pangan Kementerian Pertanian dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah hal penting. Seturut catatan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam buku Kinerja Satu Tahun Kementerian Pertanian Oktober 2014-Oktober 2015 yang disampaikan pada Selasa (20/10/2015) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kemungkinan produksi gula hingga sepanjang 2015 mencapai 2,72 juta ton. Angka ini meningkat jika dibandingkan setahun silam. Kala itu, produksi gula menyentuh angka 2,63 juta ton.

Pemerintah mendorong produksi gula untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi, industri rumah tangga, dan kebutuhan khusus. Caranya melalui perluasan lahan pada 15 pabrik gula (PG) yang sudah ada existing. Sementara, pemerintah juga membangun 16 PG baru.

Catatan Kementerian Pertanian juga menunjukkan bahwa sepanjang Oktober 2015 - November 2015 ada dua proyek investasi terkait produksi gula. Pertama, konstruksi pembangunan PG Tambora Sugar Estate sudah rampung 62,9 persen. Rencananya, proses giling pertama berlangsung pada April 2016 dengan kapasitas 5.000 - 10.000 ton cane per day (TCD).

Kedua, pembangunan kebun tebu dan operasionalisasi satu PG di Lamongan, Jawa Timur. Tes proses giling sudah berlangsung pada 28 September 2015 dengan target tebu rakyat mitra (TRM) dan tebu rakyat bebas (TRB) seluas 18 ribu hektar di Jawa Timur.

Tanaman tebu

Sementara itu, data terkini Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan total luas tanaman tebu di Indonesia sekitar 470.000 hektar. Saat ini, di Jawa Timur sudah ada peningkatan luas tanaman menjadi 250.000 hektar. Pada lahan seluas itu, diprediksikan produksi gula mencapai 1,3 juta ton.

Asosiasi Gula Indonesia dalam catatannya menyatakan untuk mencapai swasembada gula pada 2019 diperlukan tambahan lahan tebu hingga 350.000 hektar. Angka produktivitas harus di atas 120 ton per hektar dengan rendemen 10 persen.

Asosiasi juga berpandangan hingga lima tahun ke depan sejak 2015 ada peningkatan produksi gula menjadi 8 ton per hektar. Saat ini, pencapaiannya baru 5,6 ton per hektar.

Produksi gula Indonesia dipatok 4 juta ton per tahun. Sekarang, angka pencapaiannya masih berada di posisi 2,5 juta ton.

Asosiasi mencatat setiap tahun masih ada impor 3,5 juta ton gula kristal mentah (GKM) untuk bahan gula rafinasi. Sementara, kebutuhan gula dalam negeri adalah 5,3 juta ton per tahun. Rinciannya, 2,8 juta ton gula konsumsi dan 2,5 juta ton GKM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cabai Rawit Merah Tembus Rp 113.837 Per Kg, Simak Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Cabai Rawit Merah Tembus Rp 113.837 Per Kg, Simak Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Whats New
Beli Pertalite Pakai MyPertamina Ribet? Ingat, Bisa Daftar Tanpa Ponsel, QR Code Boleh Dicetak, Bayarnya Bisa 'Cash', Baru Berlaku untuk Mobil

Beli Pertalite Pakai MyPertamina Ribet? Ingat, Bisa Daftar Tanpa Ponsel, QR Code Boleh Dicetak, Bayarnya Bisa "Cash", Baru Berlaku untuk Mobil

Whats New
Kredit Bank Neo Commerce Tumbuh Pesat, Diperkirakan Raih Profit 2023

Kredit Bank Neo Commerce Tumbuh Pesat, Diperkirakan Raih Profit 2023

Whats New
Menguat 1,53 Persen di Sesi I Perdagangan, IHSG Kembali ke Level 6.700

Menguat 1,53 Persen di Sesi I Perdagangan, IHSG Kembali ke Level 6.700

Whats New
Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kejagung

Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kejagung

Rilis
Konsultan Penyehatan Keuangan Wanaartha Life Mundur, Bagaimana Nasib Pencarian Investor?

Konsultan Penyehatan Keuangan Wanaartha Life Mundur, Bagaimana Nasib Pencarian Investor?

Whats New
 Ramai Perusahaan Digital Lakukan Efisiensi, Ini Strategi Blibli Pastikan Tidak PHK Karyawan

Ramai Perusahaan Digital Lakukan Efisiensi, Ini Strategi Blibli Pastikan Tidak PHK Karyawan

Whats New
Sandiaga Uno: Tiket Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Baru Wacana

Sandiaga Uno: Tiket Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Baru Wacana

Whats New
Cara Daftar dan Aktivasi BJB Digi Tanpa ke Bank

Cara Daftar dan Aktivasi BJB Digi Tanpa ke Bank

Spend Smart
Ini 6 Lelang Rumah Berlokasi di Bandung, Nilai Limit Rp 100 Jutaan

Ini 6 Lelang Rumah Berlokasi di Bandung, Nilai Limit Rp 100 Jutaan

Whats New
Tantangan Mencapai Target Energi Baru Terbarukan (EBT) 23 Persen

Tantangan Mencapai Target Energi Baru Terbarukan (EBT) 23 Persen

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Spend Smart
Aprindo Sebut Pengusaha Minyak Goreng Punya Utang Rp 130 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Aprindo Sebut Pengusaha Minyak Goreng Punya Utang Rp 130 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Whats New
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat, Ini Penjelasan Luhut

Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat, Ini Penjelasan Luhut

Whats New
Viral, Video 3 Pemuda Diturunkan Paksa dari KRL gara-gara 'Ngobrol', Ini Penjelasan KCI

Viral, Video 3 Pemuda Diturunkan Paksa dari KRL gara-gara "Ngobrol", Ini Penjelasan KCI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.