Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Pernyataaan The Fed, Harga Emas Dunia Turun

Kompas.com - 28/10/2015, 08:11 WIB
EditorErlangga Djumena
CHICAGO, KOMPAS.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun tipis pada Selasa (27/10/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Pedagang membatasi spekulasi mereka, meskipun data ekonomi AS yang lemah mendukung logam mulia menjelang pernyataan Federal Reserve AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 0,4 dollar AS, atau 0,03 persen, menjadi 1.165,80 dollar AS per ounce.

Para pedagang membatasi spekulasi mereka karena pertemuan The Fed dimulai pada Selasa, menempatkan tekanan pada logam mulia. 

Sebenarnya emas mendapat dukungan dan terhindar dari penurunan lebih jauh karena laporan yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan barang tahan lama jatuh 1,2 persen pada September, lebih buruk dari yang diharapkan.

Laporan itu juga merevisi angkan pesanan lebih rendah untuk Agustus, menunjukkan mereka jatuh sebesar 3,0 persen.

Logam mulia mendapat dukungan lebih lanjut ketika Indeks Kepercayaan Konsumen dari Conference Board yang berbasis di AS menunjukkan kepercayaan konsumen jatuh ke 97,6 pada Oktober, lebih rendah dari perkiraan.

Para analis mencatat bahwa konsumen mengatakan ada sedikit pekerjaan yang tersedia daripada di September.  Laporan ini kemungkinan akan menurunkan harapan untuk laporan ketenagakerjaan Oktober yang akan dirilis 6 November.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memulai pertemuan pada Selasa dan akan berakhir Rabu. Bank sentral AS saat ini sedang mencoba untuk memutuskan kapan akan menaikkan suku bunganya, dan berhati-hati memantau data yang terkait dengan keputusan itu.

Data lebih buruk dari diperkirakan yang dirilis Selasa kemungkinan mengakibatkan tidak akan ada keputusan untuk meningkatkan suku bunga The Fed selama pertemuan Rabu.

Semula kenaikan suku bunga diperkirakan pada September, namun karena inflasi AS lebih rendah dari perkiraan dan ketegangan di pasar global, harapan itu telah didorong kembali ke 2016. 

Meskipun pernyataan Ketua Fed Janet Yellen pada 25 September di University of Massachusetts, menunjukkan The Fed masih bisa menaikkan suku bunga sebelum akhir 2015.

Kenaikan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

Sementara itu, perak untuk pengiriman Desember turun 4,2 sen, atau 0,26 persen, menjadi 15,863 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 8,3 dollar AS, atau 0,83 persen, ditutup pada 989,20 dollar AS per ounce.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inflasi: Pengertian, Penyebab hingga Dampaknya

Inflasi: Pengertian, Penyebab hingga Dampaknya

Whats New
Perkuat Organisasi, Ketua OJK Lantik 16 Pimpinan Satuan Kerja

Perkuat Organisasi, Ketua OJK Lantik 16 Pimpinan Satuan Kerja

Whats New
Penipuan sampai Kasus Gagal Bayar Jadi Latar Belakang Terbitnya UU PPSK Sektor Koperasi

Penipuan sampai Kasus Gagal Bayar Jadi Latar Belakang Terbitnya UU PPSK Sektor Koperasi

Whats New
Vale Indonesia Produksi 60.090 Metrik Ton Nikel Tahun 2022

Vale Indonesia Produksi 60.090 Metrik Ton Nikel Tahun 2022

Whats New
Sepanjang 2022, Agritech FishLog Serap 15.000 Ton Ikan dari Perairan RI

Sepanjang 2022, Agritech FishLog Serap 15.000 Ton Ikan dari Perairan RI

Whats New
Antisipasi Resesi, Berikut Ide Bisnis Sampingan Menggunakan Pikap

Antisipasi Resesi, Berikut Ide Bisnis Sampingan Menggunakan Pikap

BrandzView
Daftar Harga BBM di Seluruh Indonesia Berlaku Februari 2023

Daftar Harga BBM di Seluruh Indonesia Berlaku Februari 2023

Whats New
Kunjungan ke APRIL Group, Kadin Ajak Swasta Contoh Pembangunan Panel Surya

Kunjungan ke APRIL Group, Kadin Ajak Swasta Contoh Pembangunan Panel Surya

BrandzView
Menpan-RB: Tidak Ada Lagi Istilah ASN Pegawai Seumur Hidup yang Tidak Bisa Dipecat

Menpan-RB: Tidak Ada Lagi Istilah ASN Pegawai Seumur Hidup yang Tidak Bisa Dipecat

Whats New
Rincian Harga BBM di SPBU BP AKR dan Shell per 1 Februari 2023

Rincian Harga BBM di SPBU BP AKR dan Shell per 1 Februari 2023

Whats New
Kolaborasi dengan Ekosistem, Kredit Bank Jago Melaju 75 Persen

Kolaborasi dengan Ekosistem, Kredit Bank Jago Melaju 75 Persen

Whats New
Ditanya soal 'Reshuffle', Erick Thohir: Rabu Pon Hari yang Baik untuk Investasi

Ditanya soal "Reshuffle", Erick Thohir: Rabu Pon Hari yang Baik untuk Investasi

Whats New
IHSG Bangkit, Tiga Saham Ini Jadi 'Top Gainers' LQ45

IHSG Bangkit, Tiga Saham Ini Jadi "Top Gainers" LQ45

Whats New
Limit Transfer myBCA ke Rekening Sendiri, Sesama BCA, dan Bank Lain

Limit Transfer myBCA ke Rekening Sendiri, Sesama BCA, dan Bank Lain

Spend Smart
Belum Terima Usulan Calon Gubernur BI, Ketua Banggar: Selambatnya Pekan Ketiga Februari

Belum Terima Usulan Calon Gubernur BI, Ketua Banggar: Selambatnya Pekan Ketiga Februari

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+