Di Depan Pansus, Rizal Ramli Sebut RJ Lino Patut Ditertawakan Seluruh Dunia

Kompas.com - 29/10/2015, 16:52 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli datang ke Gedung Nusantara II DPR RI, Kamis (28/10/2015). Tujuannya, memenuhi undangan Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II yang dibentuk DPR beberapa waktu lalu.

Saat dimintai keterangan oleh pansus, Rizal menyebut Direktur Utama Pelindo II RJ Lino patut ditertawakan oleh seluruh penghuni bumi lantaran berbagai sikap dan pernyataannya. Salah satunya yakni alasan menolak perintah yang diusulkan Rizal Ramli terkait penerapan sistem first come, first serve di Pelabuhan Tanjung Priok. "Kok bisa ada dirut pelabuhan (RJ Lino), mengatakan pelabuhannya paling bagus tapi tidak menggunakan sistem itu (first come, first serve). (Patut) Diketawain di seluruh dunia kalau begitu," ujar Rizal Ramli dengan lantang.

Selama ini tutur Rizal, Pelindo II tak pernah menerapkan sistem tersebut. Akibatnya, kapal-kapal yang datang pertama untuk bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok belum tentu bisa langsung dilayani.

Kepada Kompas.com beberapa waktu lalu, RJ Lino sempat mengatakan alasan menolak permintaan Rizal tersebut. Menurut Lino, tak mungkin perintah itu dilaksanakan karena di Pelabuhan Tanjung Priok ada beberapa terminal kontainer yang sudah memiliki pelanggan masing-masing.

Setiap kapal yang datang sudah memiliki terminal bongkar muat masing-masing. Jadwalnya pun sudah tersedia. Bila sesuai jadwal, kata Lino, pasti kapal itu tidak perlu menunggu untuk bongkar muat dan akan langsung dilayani.

Namun, di depan Pansus Pelindo II, Rizal menyebut alasan tersebut sebagai suatu kekonyolan. Bahkan,dinilai tak masuk akal. Rizal merujuk pengelolaan pelabuhan di beberapa tampat yang dinilainya baik. Salah satunya Pelabuhan Teluk Lamong yang dikelola sendiri oleh anak usaha Pelindo III yakni PT Terminal Teluk Lamong.

Sementara, di Tanjung Priok, pengelolaan pelabuhan diserahkan ke banyak perusahaan oleh Pelindo II. "Dirut Pelindo II mengatakan kita gak mau ikut sistem based itu. 'Kami punya sistem sendiri berdasarkan klaim based'. Jawaban itu luar biasa konyolnya. Tidak masuk akal luar biasa, karena yang terjadi justru kapal enggak lancar. Waktu tunggu 7 hari. Terus caranya supaya bisa nomor satu gimana? Nyogok-lah sekian supaya bisa masuk," kata Rizal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.