RJ Lino Anggap Rizal Ramli Tutup-tutupi Fakta di Hadapan Pansus

Kompas.com - 31/10/2015, 09:00 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino menilai Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli tak berkata jujur saat dimintai keterangan oleh Pansus Pelindo II DPR RI, Kamis (29/10/2015). Bahkan Lino mengganggap Rizal menutup-nutupi fakta yang ada terkait perpanjangan konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT) kepada Hutchison Port Holdings (HPH).

"Kemarin Pak Rizal disumpah enggak di DPR? Untuk saya, sumpah itu artinya kita harus mengatakan sesuatu yang 100 persen kita yakin bahwa itu benar, dan kita tahu 100 persen. Kalau 90 persen aja, berarti kita masih tidak mengatakan yang benar," ujar Lino saat mengadakan media briefing di Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Lino enggan mengungkap semua pernyataan Rizal di Pansus, tapi dia menyebutkan salah satu pernyataan Rizal yang dinilainya tak benar. Pernyataan tersebut terkait dengan Surat Komisaris Utama tanggal 23 maret 2015.

Dalam rapat Pansus, Rizal menyebut Direksi Pelindo II tak menggubris surat yang isinya memerintahkan Direksi Pelindo II melakukan revaluasi dan negoisasi ulang besaran konsesi JICT dengan Hutchison Port Holdings (HPH).

"Kami menjawab (surat itu) dengan surat pada 28 April 2015. Ini beliau (Rizal Ramli) tidak sebutkan itu di Pansus, Kalau beliau jujur, harusnya beliau juga menyebutkan ini, surat kami (Direksi) tanggal 28 April 2015 kepada komisaris, jadi kita menggubris. Beliau tidak menyinggung ini, artinya beliau menutup yang seharusnya disampaikan ke rakyat Indonesia," kata dia.

Usai balasan surat itu, tutur Lino, Komisaris kembali melayangkan surat ke Direksi, isinya menyetujui besaran konsesi yang dilakukan dengan HPH. Namun kata dia, Rizal kembali tak mengungkapkan hal tersebut kepada Pansus.

"Ini juga enggak disinggung beliau. Sebagai pejabat publik harusnya disebutkan ke rakyat Indonesia. Itu yang saya bilang, untuk saya beliau tidak jujur," ucap Lino.

Berdasarkan data yang dimiliki Kompas.com, Dewan Komisaris Pelindo II sempat mempersoalkan angka penjualan JICT senilai 215 juta dollar. Kemudian, Dewan Komisaris Pelindo mengirimkan surat tanggal 23 Maret 2015.

Dalam surat dengan nomor 68/DK/PI.II/III-2015 itu, Dewan meminta Direksi melakukan negoisasi kembali dengan HPH. Komisaris Pelindo II menyebutkan nilai wajar saham JICT yaitu 854 juta dollar.

Artinya, penjualan JICT sebesar 215 juta dollar bukanlah share 49 persen saham, melainkan hanya 25,2 persen saja. Angka yang diungkapkan Dewan Komisaris Pelindo II itu merupakan hasil kajian konsultan keuangan Financial Research Institut (FRI) terhadap proses valuasi JICT oleh Deutsche Bank (DB).

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.