RJ Lino: Kalau Disuapin Terus, Perusahaan Enggak Akan Besar

Kompas.com - 01/11/2015, 15:12 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 48,38 triliun dalam RAPBN 2016 ditolak DPR RI. Padahal Rp 40,42 triliun dari dana itu adalah dana untuk pengembangan 24 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebagian pihak menganggap suntikan dana kepada perusahaan BUMN membebani negara. Tapi sebagain lagi justru menilai dana tersebut cukup wajar lantaran pengembangan BUMN butuh dana yang tak sedikit.

Namun, di mata Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino, PMN sama halnya seperti sumbangan. BUMN sebagai korporasi dinilai tak boleh terus-terusan disumbang.

"Untuk saya kalau perusahaan itu disuapin terus, istilah saya dikasih candy, kasih gula-gula, perusahaan itu enggak akan besar," ujar Lino saat mengadakan media briefing di Jakarta, Jumat (29/10/2015).

Dia secara tegas menolak PMN. Meskipun, aku Lino, Menteri BUMN Rini Soemarno sempat menawarinya dana segar untuk modal Pelindo II. 

Rini pun sempat menanyakan alasan Pelindo II menolak dana PMN.

"Saya bilang. Ya, di negeri ini banyak tempat dimana orang-orangnya butuh uang, butuh pembangunan. Di Indonesia timur masih banyak (butuh pembangunan) . IPC (Pelindo II) enggak butuh itu (PMN). IPC bisa cari uang dengan caranya sendiri. Jadi secara moral saya enggak bisa terima PMN," kata Lino.

Menurut Lino, lebih baik memiliki utang daripada terus-terusan harus disuapi oleh negara. Ia mengatakan, utang justru membuat perusahaan menjadi sehat. Tentu utang yang proporsional.

Lino menampik penolakan Pelindo II terhadap dana PMN adalah suatu kesombongan dirinya. Bagi dia, hal tersebut justru sebagai suatu keniscayaan lantaran masih banyak daerah di negeri ini lebih membutuhkan dana negara ketimbang BUMN yang bisa mencari dana sendiri.

"IPC menolak sumbangan dari pemerintah. Ini bukan sombong tapi begitulah (BUMN) seharusnya di negara kita," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Mobil Wajib Daftar MyPertamina sebelum 30 Juli

Pemilik Mobil Wajib Daftar MyPertamina sebelum 30 Juli

Whats New
Rupiah Nyaris Rp 15.000 per Dollar AS, Sri Mulyani Pastikan Ekonomi RI Tetap Terjaga

Rupiah Nyaris Rp 15.000 per Dollar AS, Sri Mulyani Pastikan Ekonomi RI Tetap Terjaga

Whats New
Pemerintah Cabut Predikat Wilayah Bebas Korupsi di 4 Instansi, Apa Saja

Pemerintah Cabut Predikat Wilayah Bebas Korupsi di 4 Instansi, Apa Saja

Whats New
Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.