Kompas.com - 04/11/2015, 18:56 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar Josephus PrimusMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Border Investment Summit yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa) sudah selesai sehari silam. Namun demikian, sebagaimana dikatakan Menteri Desa Marwan Jafar, sedikitnya ada tujuh rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan itu.

Memberi kemudahan bagi investor untuk menanamkan investasi di perbatasan adalah salah satu dari tujuh rekomendasi tersebut. Secara lebih rinci, Menteri Marwan memaparkan tujuh rekomendasi yang disepakati yakni  memperhatikan potensi yang dimiliki daerah perbatasan, sehingga terpapar peluang besar untuk investasi, terutama dalam mengoptimalisasikan pemanfaatan potensi dan aset daerah perbatasan.

Kemudian, pembangunan daerah perbatasan jangan hanya memakai pendekatan keamanan (security approach), namun harus diimbangi pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dan pendekatan ekonomi (economic approach), sekaligus mendorong investasi di daerah perbatasan sesuai dengan potensi dan peluang yang dimiliki.

“Semua pemangku kepentingan harus terlibat dan berpartisipasi aktif dalam mengambil peran untuk pembangunan daerah perbatasan, terutama kalangan dunia usaha dan masyarakat,” lanjut Marwan.

Rekomendasi lainnya adalah mempercepat pembangunan daerah perbatasan melalui program Pengembangan Kawasan Beranda Depan Indonesia (PKBI). Program ini perlu dilakukan dengan sistem pengembangan dan pemberdayaan, sehingga daerah perbatasan bisa terbangun menjadi daerah yang berdaulat, sejahtera, dan berdaya saing.

Selain itu, perlu segera didorong pengembangan daerah perbatasan yang berbasis pendekatan kawasan untuk membentuk suatu sistem pengembangan ekonomi wilayah yang terpadu. “Pembangunan kawasan perbatasan perlu dilakukan melalui prinsip pemihakan, percepatan, dan pemberdayaan masyarakat di perbatasan,” jelasnya.

Marwan yakin, Border Investment Summit yang digelar Kementerian Desa PDTT akan mendorong peningkatan investasi di daerah perbatasan. Hal ini sangat strategis untuk mengembangkan perekonomian dengan langkah yang terintegrasi dan sinergis. Karena itu, perlu disepakati pencapaian sasaran kebijakan pembangunan di daerah perbatasan dengan perspektif yang lebih positif dan produktif.

“Makanya pendekatan untuk membangun perbatasan harus dilengkapi, dari semula hanya pendekatan keamanan dan kesejahteraan, akan diupayakan ditambah pendekatan ekonomi melalui pengembangan pembangunan asset infrastruktur dan mendorong investasi di daerah perbatasan,” ujarnya.

Pendekatan ekonomi sangat penting karena nantinya perbatasan akan menjadi pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. Hal ini pada gilirannya akan memberi efek positif bagi peningkatan keamanan, kesejahteraan, dan sekaligus pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.