JK Belum Dapat Laporan Adanya Politisi yang Coba Intervensi Perpanjangan Kontrak Freeport

Kompas.com - 05/11/2015, 16:07 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. VOAMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku belum tahu ada politisi yang coba mengintervensi perpanjangan kontrak Freeport. JK bahkan terkejut dan balik menanyakan ihwal persoalan itu ke wartawan. "Intervensi? Siapa intervensi?," tanya JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Dalam dialog dengan salah satu televisi nasional, Sudirman Said sempat menyatakan ada oknum yang coba intervensi proses perpanjangan kontrak Freeport. Namun, Sudirman tak menyebut nama siapa oknum tersebut.

Wapres mengatakan tak tahu menahu ihwal persoalan tersebut. Dia juga mengaku belum mendapatkan laporan apapun dari Menteri ESDM. "Saya tidak tahu. Belum baca saya. Sejauh ini Sudirman tidak melaporkan hal itu," kata JK.

Perpanjangan kontrak Freeport kembali menjadi perhatian publik usai Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyebut ada oknum pejabat yang kebelinger mau mempercepat perpanjangan kontrak Freeport.

Meski tak secara gamblang menyebut nama, sejumlah pihak meyakini kepretan itu tertuju ke Menteri ESDM Sudirman Said. Sudirman ditengarai orang yang menginginkan adanya revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam aturan itu, pembahasan perpanjangan kontrak operasi pertambangan baru bisa dilakukan dua tahun sebulan kontrak habis. Namun, rencana revisi aturan itu memungkinkan pembahasan kontrak dilakukan 10 tahun sebelum kontrak habis.

Menteri ESDM Sudirman Said membantah bahwa pemerintah memperpanjang kontrak Freeport. Menurut Sudirman, surat yang dialamatkan ke pihak Freeport pun telah sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo. “Yang isinya tidak ada risiko hukum maupun politik. Tidak ada pelanggaran hukum,” ucap Sudirman.

Dia juga meminta para pihak yang tidak paham dengan pernyataan tertulis, yang dirilis Jumat, menghentikan spekulasi. “Para pihak yang tidak paham, harap menghentikan spekulasi tentang perpanjangan kontrak karena itu sama sekali tidak benar,” tegas Sudirman.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.