Menteri Jonan Minta BPKP Kaji Pelabuhan-pelabuhan yang Dikerjasamakan

Kompas.com - 09/11/2015, 13:21 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan kajian atas pelabuhan-pelabuhan yang akan dikerjasamakan.

Dengan adanya review itu, maka nilai konsesi bisa ditentukan. "Karena ada pelabuhan yang secara komersial itu baik dan ada yang tidak. Tarifnya itu berbeda-beda tidak bisa disamakan," ujar Jonan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Mantan Dirut KAI itu juga mengatakan, dengan ditandatanganinya perjanjian konsesi dengan Pelindo I, III, dan IV, maka secara resmi negara sudah menugaskan Pelindo menjadi operator pelabuhan.

Hal itu sesuai Undang-undang Nomer 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Sementara pemerintah dalam hal ini Otoritas Pelabuhan Kemenhub bertindak sebagai regulator.

Adapun tugas BPKP sendiri menghitung lama masa konsesi dan tarif kondisi tersebut. Jonan sendiri sudah menelepon Kepala BPKP terkait tindaklanjut konsesi.

Dia meminta agar kajian dilakukan sesegera mungkin. Khusus untuk pengusahaan Terminal Multipurpose Teluk Lamong dan Terminal Maksar New Port Peti Kemas, Kemenhub sudah menyepakati nilai konsesi sebesar 2,5 persen.

Angka itu pula manjadi nilai minimal konsesi pelabuhan dan angkanya bisa setiap saat berubah sesuai dengan perkembangan pelabuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.