Permendag 87 Tidak Direvisi, KKP Boleh Usulkan Komoditas yang Dibatasi

Kompas.com - 12/11/2015, 23:28 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah tidak akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 87 tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

Pemerintah akan mengeluarkan regulasi tambahan untuk memperjelas implementasi Permendag 87 tahun 2015. Regulasi tambahan tersebut berupa Peraturan Menteri Perdagangan, dan Peraturan Menteri Perindustrian.

Darmin mengklaim, sebenarnya tidak ada masalah antara Permendag 87 tahun 2015 dengan semangat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menumbuhkan industri sektor kelautan dan perikanan dalam negeri.

Permendag 87 tahun 2015 ini pun, terang dia, pada dasarnya merupakan kewenangan dari Kementerian Perdagangan untuk mengatur komoditas impor.

"Kalau Menteri Kelautan dan Perikanan punya permintaan mengenai suatu komoditas atas barang, dia boleh membuat rekomendasi atau usulan ke Kemendag (untuk dibatasi)," ucap Darmin, Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja mengatakan, orientasi pertama KKP adalah produk hasil industri dalam negeri, serta bahan baku dalam negeri.

Apalagi, lanjut Sjarief, ikan hasil tangkapan nelayan saat ini semakin melimpah.

"Cuma memang ada beberapa jenis produk yang kita enggak punya seperti salmon, kaviar. Ya okelah go a head kalau mau impor kita enggak ada masalah," terang Sjarief.

Sjarief mengatakan, pihaknya hanya khawatir deregulasi Permendag 87 tahun 2015 di sisi lain akan mengganggu pencapaian Susi Pudjiastuti dan jajarannya, salah satunya yaitu impor tarif nol persen dari Amerika Serikat.

Permendag 87 tahun 2015 memberikan kelonggaran bagi pemegang Angka Pengenal Importir-Umum (API-U).

KKP khawatir kebijakan ini dimanfaatkan oleh para pedagang hanya untuk reekspor. Padahal ketelusuran produk Kelautan dan Perikanan menjadi prasyarat fasilitas Generalized System of Preference (GSP).

"Kalau sampai terjadi seperti itu kita bisa di-ban sama Amerika Serikat," pungkas Sjarief.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh

Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh

Rilis
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen, Sri Mulyani: RI Terbukti Tangguh Hadapi Gejolak Global

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen, Sri Mulyani: RI Terbukti Tangguh Hadapi Gejolak Global

Whats New
Bitcoin Dekati Rp 350 Juta Per Keping, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin Dekati Rp 350 Juta Per Keping, Cek Harga Kripto Hari Ini

Spend Smart
1 Tahun Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Kembangkan 376 Sumur Baru hingga Genjot Produksi Minyak Jadi 161.000 Bph

1 Tahun Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Kembangkan 376 Sumur Baru hingga Genjot Produksi Minyak Jadi 161.000 Bph

Whats New
Erick Thohir: Program BUMN Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Erick Thohir: Program BUMN Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Whats New
PLN Kirim Surat kepada 20 Perusahaan terkait Sertifikat EBT

PLN Kirim Surat kepada 20 Perusahaan terkait Sertifikat EBT

Whats New
Lelang Rumah Murah di Bekasi, Harga Limit Mulai Rp 99 Juta

Lelang Rumah Murah di Bekasi, Harga Limit Mulai Rp 99 Juta

Spend Smart
Sido Muncul Ajak Penderita Bibir Sumbing Tersenyum Kembali

Sido Muncul Ajak Penderita Bibir Sumbing Tersenyum Kembali

BrandzView
Awali Pekan, IHSG Bergerak Fluktuatif

Awali Pekan, IHSG Bergerak Fluktuatif

Whats New
Harga Emas Antam Kembali Turun, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Kembali Turun, Simak Daftar Lengkapnya

Whats New
Jokowi Sebut Ekonomi Global Tahun Depan Akan Gelap, Benarkah Demikian?

Jokowi Sebut Ekonomi Global Tahun Depan Akan Gelap, Benarkah Demikian?

Whats New
Imbauan Kemenhub soal Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia: Ini Jadi Pengingat

Imbauan Kemenhub soal Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia: Ini Jadi Pengingat

Whats New
Hati-hati, Ada Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang

Hati-hati, Ada Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang

Whats New
Lowongan Kerja Honda Prospect Motor  untuk D3 hingga S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja Honda Prospect Motor untuk D3 hingga S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Dugaan Penggelapan Premi Wanaartha Life,  Bagaimana Nasib Cicilan Nasabah? Ini Kata Manajemen

Dugaan Penggelapan Premi Wanaartha Life, Bagaimana Nasib Cicilan Nasabah? Ini Kata Manajemen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.