Taksi Uber secara Resmi Dilarang Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 13/11/2015, 19:53 WIB
Sejumlah kendaraan taksi Uber yang dikandangkan akibat terjaring razia polisi dan Dinas Perhubungan DKI. Mobil Uber ini disimpan di Terminal Mobil Barang Cakung, Jakarta Timur. Selasa (1/9/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusSejumlah kendaraan taksi Uber yang dikandangkan akibat terjaring razia polisi dan Dinas Perhubungan DKI. Mobil Uber ini disimpan di Terminal Mobil Barang Cakung, Jakarta Timur. Selasa (1/9/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Kini, angkutan darat tak resmi, termasuk taksi Uber, tak diperbolehkan lagi beroperasi dan mengangkut penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator bandara mengatakan, pelarangan itu sebagai upaya untuk menjaga seluruh kegiatan di bandara tetap berada di koridor hukum yang berlaku.

"Operasional jasa angkutan darat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta harus memiliki dasar hukum sehingga memberikan kepastian pelayanan, keamanan, dan keselamatan kepada pengguna," ujar Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Saat ini, lanjut dia, kendaraan yang memanfaatkan aplikasi Uber untuk mengangkut penumpang belum memiliki izin di Indonesia.

Oleh karena itu, AP II mengambil langkah tegas dengan melarang taksi Uber beroperasi di bandara.

AP II berharap keputusan pelarangan pengoperasian taksi Uber itu akan meningkatkan layanan taksi, bus, mobil travel minibus, dan mobil sewa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pada Oktober 2015, angkutan darat di bandara yang memenuhi aspek legal terdiri dari 3.350 taksi reguler, 1.700 taksi eksekutif, 758 mobil sewa, 73 mobil travel jenis minibus, dan 269 bus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.