BPS: Daya Beli Buruh Tani dan Buruh Bangunan Meningkat

Kompas.com - 16/11/2015, 17:28 WIB
Petani di Balikpapan, Kaltim, mulai memanen padi di sawah tadah hujan milik mereka. KOMPAS.com/Dani JPetani di Balikpapan, Kaltim, mulai memanen padi di sawah tadah hujan milik mereka.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan upah nominal harian buruh tani nasional pada Oktober 2015 mengalami kenaikan 0,13 persen dibandingkan upah buruh tani September 2015, dari Rp 46.739 menjadi Rp 46.800 per hari.

Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen. Upah nominal harian butuh bangunan pada Oktober 2015 mengalami kenaikan 0,31 persen dibanding upah September 2015 yaitu dari Rp 80.494 menjadi Rp 80.744 per hari.

Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menuturkan, kenaikan upah riil masyarakat beruntungnya dibarengi dengan terjadinya deflasi pada bulan Oktober. Dengan demikian daya beli masyarakat meningkat.

“Harga barang-barang kebutuhan harian menurun, sementara sedikit ada peningkatan upah, ini mengakibatkan daya beli meningkat,” kata Suryamin dalam paparan, Senin (16/11/2015).

Sebagaimana diketahui, pada bulan Oktober terjadi deflasi sebesar 0,08 persen. Dengan demikian, inflasi sepuluh bulan pertama tahun ini atau indflasi tahun kalendernya mencapai sebesar 2,16 persen.

Sementara itu jika dibandingkan dengan Oktober 2014, maka tercatat inflasi tahun ke tahun mencapai 6,25 persen. Adapun inlfasi komponen inti pada Oktober 2015 ini adalah sebesar 0,23 persen.  Inflasi komponen inti tahun-ke-tahun mencapai 5,02 persen.

Suryamin sebelumnya menuturkan, penurunan kelompok harga bahan makanan yang sebesar 1,06 telah mendorong terjadinya deflasi pada bulan Oktober 2015 yang sebesar 0,08 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ada beberapa komoditi yang turun harga, dikarenakan suplai yang cukup banyak, sehingga membuat harga terkendali, diantaranya ayam ras, telur ayam ras, sayur-sayuran, cabai rawit dan cabai merah,” kata Suryamin dalam paparan, Jakarta, Senin (2/11/2015).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.