Dirjen Tanaman Pangan: Kementan Bukan Lembaga yang Olah dan Keluarkan Data

Kompas.com - 28/11/2015, 18:13 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan traktor roda 2 dan roda 4 kepada  kelompok tani petani untuk mempercepat swasembada pangan. Pada APBN 2015, Kementan mendistribusikan traktor roda 2 dan roda 4 sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 hingga 26.1000 unit.
Josephus PrimusKementerian Pertanian (Kementan) memberikan traktor roda 2 dan roda 4 kepada kelompok tani petani untuk mempercepat swasembada pangan. Pada APBN 2015, Kementan mendistribusikan traktor roda 2 dan roda 4 sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 hingga 26.1000 unit.
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Tanaman Pangan Hasil Sembiring menegaskan bahwa ihwal validasi data pangan, Kementerian Pertanian bukan lembaga yang mengolah dan mengeluarkan data. "Kementan adalah lembaga pemerintah yang bertugas dalam mendorong peningkatan produksi pangan dan pemberdayaan petani," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Kamis (26/11/2015).

Lebih lanjut, hasil mengaku, Kementan hanya turut berkontribusi melakukan upaya memperbaiki data pangan. Pada 2015, mulai  Juni sampai dengan November, Kementan menggelontorkan dana sebesar Rp 49 miliar untuk memberikan pelatihan terhadap tenaga-tenaga survei di lapangan, mulai dari kabupaten dan provinsi. Kementan juga membelikan alat ubinan padi, dan alat-alat pendukung lainnya, sampai dengan menambah honor dan melakukan sejumlah kegiatan yang sifatnya penyegaran bagi petugas di lapangan. "Jadi, Kementan itu tidak mengeluarkan data. Data yang diterima Kementan itu dari dinas pertanian di kabupaten dan provinsi, malah Kementan membantu memperbaiki data-data pangan tersebut. Di kabupaten sampai kecamatan pun ada petugas statistik dari BPS yang mengumpulkan data sebagai sumber BPS menghasilkan data," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Pangan dan Energi, Indonesia Development Monitoring (INDEM) Razikin Juraid, mengatakan bahwa berkaitan dengan polemik validitas data pangan, semestinya semua pihak harus membuka mata pada fakta bukan terpaku pada informasi data yang dihasilkan dari sebuah pendekatan metodologi akademis.

Menurutnya, Kementan selama pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla telah berhasil melahirkan prestasi besar yaitu berhasil meningkatkan produksi padi nasional sehingga tidak ada impor beras selama satu tahun pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla. BPS sendiri telah merilis Angka Ramalan (ARAM) II, bahwa produksi padi di tahun 2015 sebesar 74,9 juta ton.

“Fakta lain, sampai saat ini tidak ada terjadi bencana kelaparan dan lonjakan harga beras akibat stok beras menipis. Bahkan tidak ada rakyat dari Sabang sampai Merauke yang teriak soal stok beras tidak ada dan harga tinggi,” kata Razikin.

Sementara itu, menjawab pertanyaan media mengenai hal ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa masalah validasi data pangan tidak perlu dibesar-besarkan. "Sekarang kita harus fokus pada kerja, kerja, dan kerja," demikian Menteri Amran mengatakan usai menjadi pembicara kunci pada Konferensi Kelapa Sawit Indonesia (IPOC) 2015 di Bali pada Jumat (27/11/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.