Kompas.com - 04/12/2015, 15:05 WIB
Ilustrasi KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAIlustrasi
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengusulkan kenaikan tarif listrik bertahap untuk pelanggan rumah tangga golongan 900 volt ampere yang pindah ke 1.300 volt ampere.

Cara tersebut dinilai tidak memberatkan pelanggan yang menghadapi lonjakan tarif, dari Rp 586 per kilowatt jam menjadi Rp 1.509 per kilowatt jam.

Di sisi lain, pemerintah dan PLN diminta aktif menyosialisasikan program pengurangan pelanggan listrik bersubsidi tersebut. Sebab, lonjakan tarif listrik yang ditanggung kelompok ini cukup besar.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, perpindahan pelanggan rumah tangga golongan 900 VA ke 1.300 VA adalah bagian dari rencana untuk menertibkan subsidi listrik.

Berdasarkan catatan PLN, ada sekitar 45 juta rumah tangga pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA. Khusus golongan 900 VA, data pelanggan tersebut akan diverifikasi. Selanjutnya, mereka diminta pindah ke golongan 1.300 VA mulai tahun depan.

"Pemerintah yang akan menetapkan mekanisme perpindahan dari 900 VA ke 1.300 VA. Namun, kami usul agar mereka tidak langsung dikenai tarif baru untuk golongan 1.300 VA karena dapat memberatkan pelanggan. Lebih baik diterapkan kenaikan tarif secara bertahap," ujar Benny, Kamis (3/12/2015), di Jakarta.

Tarif listrik bagi kelompok rumah tangga golongan 900 VA sebesar Rp 586 per kilowatt jam (kWh). Adapun tarif bagi kelompok rumah tangga golongan 1.300 VA sebesar Rp 1.509 per kWh.
Benny menambahkan, penerapan kenaikan tarif secara bertahap sudah pernah dilakukan pada 2014. Sebagian golongan tarif listrik dinaikkan secara berkala setiap dua bulan, terhitung sejak Juni 2014 hingga Desember 2014. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi beban lonjakan tarif listrik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Per 1 Desember 2015, pelanggan rumah tangga golongan 1.300 VA dan 2.200 VA dikenai penyesuaian tarif berdasar nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, inflasi, dan harga minyak dunia.

Dengan ketiga indikator tersebut, tarif listrik bisa naik, turun, atau tetap setiap bulan. Untuk bulan ini saja, tarif pelanggan rumah tangga golongan 1.300 VA berlaku sebesar Rp 1.509 per kWh. (baca: Subsidi Dicabut, Tarif Listrik 1.300 VA dan 2.200 VA Naik)

"Kami diberi waktu oleh pemerintah untuk menertibkan data pelanggan rumah tangga golongan 900 VA selambat-lambatnya pada akhir semester pertama 2016. Kami optimistis verifikasi dapat selesai dalam 2 bulan sampai 3 bulan pertama tahun 2016," ujar Benny.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.