Perluas Jaringan Pembayaran, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BNI

Kompas.com - 04/12/2015, 15:38 WIB
Bangunan Belanda yang dulunya bekas Kantor de Javasche Bank saat ini menjadi Gedung Bank BNI 46 Yogyakarta. KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWIBangunan Belanda yang dulunya bekas Kantor de Javasche Bank saat ini menjadi Gedung Bank BNI 46 Yogyakarta.
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk memperluas jaringan service point office kepada peserta dan calon peserta program kesejahteraan tenaga kerja.

Kerja sama yang dilakukan meliputi layanan pendaftaran peserta baru, pembayaran iuran dan pencairan klaim. Untuk tahap awal, bank pelat merah tersebut akan membuka service point office BPJS Ketenagakerjaan di delapan kantor cabang utama di Jakarta.

Selanjutnya, kerjasama ini akan meliputi 100 kantor cabang utama BNI yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Kerja sama ini bersifat simbiosis mutualisme.

Di satu sisi, jaringan layanan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta semakin luas. Di sisi lain, BNI berpotensi meraup peserta maupun calon peserta program kesejahteraan tenaga kerja menjadi nasabah perseroan.

Adapun, sampai Oktober 2015, BPJS Ketenagakerjaan mencatat jumlah peserta aktifnya sebanyak 19,03 juta atau tumbuh 116,51 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 16,33 juta peserta.

“Lewat kerja sama ini, kami menargetkan setidaknya 10 persen - 20 persen peserta BPJS Ketenagakerjaan menjadi nasabah BNI. Apalagi, melihat potensi kepesertaannya yang besar, yakni 120 juta tenaga kerja formal dan informal,” ujar Adi Sulistyowati, Direktur Jaringan dan Layanan BNI, Jumat (4/12/2015).

Junaedi, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, service point office tersebut nantinya akan mencakup layanan entry data perusahaan, perekaman data tenaga kerja dan keluarganya, serta data upah untuk pendaftaran perusahaan dan tenaga kerja peserta baru.

Selain itu, service point office juga dapat melakukan pengecekan kelengkapan dokumen klaim.

“Tidak hanya BPJS Ketenagakerjaan, nantinya kami juga ingin instansi pemerintah lainnya juga secara aktif dan masif membantu menyukseskan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini sudah ada dua bank BUMN yang kami kerja samakan untuk service point office. Ke depan, akan dikembangkan lagi. Tidak cuma bank BUMN, tetapi juga switching company dan lain-lain,” tutur dia.

Sejauh ini, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 19,03 juta ini mencerminkan 99,66 persen dari target sepanjang tahun. Perseroan optimis, target peserta sebanyak 20 juta sampai akhir tahun akan tercapai, bahkan mampu melampaui target.

“Dengan kerja sama service point office, pertumbuhan peserta akan lebih kencang lagi,” terang Junaedi. (Christine Novita Nababan)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber KONTAN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.