Kompas.com - 16/12/2015, 22:45 WIB
Yayan Ruhian, Iko Uwais, dan Cecep Arif Rahman (depan, dari kiri ke kanan) diabadikan usai pemutaran perdana film Star Wars: The Force Awakens di Senayan City XXI, Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2015) malam. KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGYayan Ruhian, Iko Uwais, dan Cecep Arif Rahman (depan, dari kiri ke kanan) diabadikan usai pemutaran perdana film Star Wars: The Force Awakens di Senayan City XXI, Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2015) malam.
EditorErlangga Djumena
KOMPAS.com - Pekan ini, ada dua hal yang sudah dinantikan hampir dalam satu dekade terakhir. Ya, satu dekade atau 10 tahun penantian. Para penggemar Star Wars menantikan sekuel film yang terakhir dibuat 10 tahun lalu pada pekan ini. Penasaran, apa yang akan disuguhkan dalam film yang diciptakan George Lucas itu.

Film Star Wars: The Force Awakens merupakan film pertama dari trilogi yang direncanakan Walt Disney Company setelah mengakuisisi Lucasfilm tiga tahun lalu seharga 4 miliar dollar AS.

Penduduk Los Angeles menjadi warga pertama yang diberi kesempatan menonton film ini, Senin (14/12/2015) malam. Ada sekitar 1.000 orang yang menonton pertunjukan perdana itu. Keluar dari gedung bioskop, sebagian besar dari mereka tersenyum. Lega dan puas.

Di belahan bumi lain, orang masih sibuk memesan tiket nonton di bioskop agar kebagian tempat dan menjadi salah satu penonton pada pertunjukan perdana film itu di tempatnya masing-masing. Warga Tiongkok agaknya harus lebih bersabar karena mereka baru akan dapat menikmati kehebohan Star Wars awal Januari mendatang.

Di sektor finansial, pelaku pasar finansial juga menantikan lakon lain yang sudah berjeda sembilan tahun. Bank Sentral AS (Federal Reserve) memulai pertemuan dan akan menaikkan tingkat suku bunga. Lakonnya bisa dibilang Fed: Interest Rate Awakens.

Gubernur Fed Janet Yellen akan menggunakan pedang cahayanya yang berkekuatan dahsyat untuk bangkit kembali. Yellen akan melawan kekuatan gelap, yaitu inflasi yang masih tetap rendah, sektor tenaga kerja yang belum terlalu stabil dan penguatan kurs dollar AS yang menggerus daya saing.

Sebenarnya, kenaikan tingkat suku bunga adalah pertanda pulihnya ekonomi AS, negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia. Akhir tahun ini, tingkat pengangguran sudah turun menjadi 4 persen dari 10 persen pada 2009 ketika krisis finansial mengguncang AS.

Walaupun ada kenaikan suku bunga, Fed sudah berjanji menaikkan dengan bertahap dari posisi sekarang 0,25 persen. Semua orang mengharapkan kenaikan suku bunga ini terlihat dari 83 persen hasil survei di CME Group.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah bersejarah ini akan diambil oleh Yellen, perempuan pertama yang menjadi gubernur bank sentral AS dalam 112 tahun sejarah bank sentral paling berpengaruh di planet ini.

Setelah pertemuan Federal Open Market Committee berakhir nanti malam waktu Indonesia, apakah akan ada senyuman lega dan puas seperti penonton pertunjukan perdana Star Wars? Apakah kekuatan Yellen dapat melawan kekuatan gelap? (Joice Tauris Santi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.