Kompas.com - 24/12/2015, 19:14 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel Tbk untuk tahun 2016 tetap akan mengandalkan produk baja gulungan, baik itu dalam bentuk canai panas (hot rolled coil) dan dingin (cold rolled coil) serta masih menjadikan pasar lokal sebagai sumber pendapatan.

"Produk kami berupa baja gulungan canai panas dan dingin masih mendominasi pasar nasional dengan pangsa masing-masing 37 persen dan 28 persen," kata Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (Persero), Sukandar di Jakarta, Kamis (24/12).

Sukandar mengatakan ke depan perseroan akan terus mempertahankan produk tersebut meskipun harga dan permintaan pasar baja internasional masih melemah.

Permintaan baja China turun sebesar 7,5 persen di bulan Juli 2015, merupakan penurunan terbesar sejak krisis finansial 2008, sedangkan untuk tahun ini diperkirakan turun sebesar 3,4 persen (YoY).

Kondisi ini membuat produsen baja di China mengalihkan ke pasar internasional, yang ditunjukkan oleh kenaikan ekspor baja China sebesar 32,1 persen (YoY) di bulan September 2015 dan menyebabkan kelebihan pasokan di pasar global, sehingga berdampak pada turunnya harga di pasar global.

Akibatnya berdampak kepada perseroan, dalam RUPS Rabu (23/12) diumumkan pendapatan bersih pada kuartal III-2015 turun sebesar 27 persen (YoY).

Hal ini yang disebabkan oleh penurunan volume penjualan dan harga jual rata-rata produk baja.

World Steel Association (WSA) memproyeksikan penurunan permintaan baja global sebesar 1,7 persen menjadi 1.513 juta ton tahun 2015, terutama disebabkan oleh melemahnya perekonomian China.

Untuk tahun 2016 permintaan baja global diprediksi tumbuh sebesar 0,7 persen dengan ekspektasi perekonomian China mulai pulih.

Penurunan harga baja juga terjadi di pasar Indonesia karena stagnannya permintaan di semester I 2015. Namun permintaan baja sedikit menguat pada kuartal IV-2015 setelah pemerintah mulai merealisasikan belanja untuk proyek-proyek infrastruktur.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMN ID Food Realisasikan Distribusi Migor 744.000 Liter ke Papua Indonesia Timur

BUMN ID Food Realisasikan Distribusi Migor 744.000 Liter ke Papua Indonesia Timur

Whats New
Turun Rp 5.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 5.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Setahun Berdiri untuk UMKM Indonesia, Simak Deretan Fakta Menarik dari Kampus UMKM Shopee

Setahun Berdiri untuk UMKM Indonesia, Simak Deretan Fakta Menarik dari Kampus UMKM Shopee

Work Smart
Ekonom Perkirakan Inflasi Inti RI Naik Jadi 3,5 Persen, Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi

Ekonom Perkirakan Inflasi Inti RI Naik Jadi 3,5 Persen, Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan BBM Subsidi Pertalite-Solar agar APBN Tidak 'Jebol'

Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan BBM Subsidi Pertalite-Solar agar APBN Tidak "Jebol"

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Tiket AKAP DAMRI Kini Bisa Dipesan di Alfamart dan Indomaret

Tiket AKAP DAMRI Kini Bisa Dipesan di Alfamart dan Indomaret

Whats New
Kuota Solar dan Pertalite Menipis, BPH Migas Imbau Pemilik Mobil Beralih ke BBM Nonsubsidi

Kuota Solar dan Pertalite Menipis, BPH Migas Imbau Pemilik Mobil Beralih ke BBM Nonsubsidi

Whats New
Harga Minyak Mentah Naik, Usai IEA Perkirakan Pertumbuhan Permintaan 2022

Harga Minyak Mentah Naik, Usai IEA Perkirakan Pertumbuhan Permintaan 2022

Whats New
Penerimaan Pajak Capai Rp 1.028,5 Triliun hingga Juli 2022

Penerimaan Pajak Capai Rp 1.028,5 Triliun hingga Juli 2022

Whats New
Jelang Akhir Pekan, IHSG Diproyeksi Kembali Menguat

Jelang Akhir Pekan, IHSG Diproyeksi Kembali Menguat

Whats New
Memulihkan Rantai Pasok Pangan Halal

Memulihkan Rantai Pasok Pangan Halal

Whats New
Sentimen Inflasi Tidak Bertahan Lama, Wall Street Ditutup Variatif

Sentimen Inflasi Tidak Bertahan Lama, Wall Street Ditutup Variatif

Whats New
Kabupaten Lamongan Proyeksikan Pendapatan Daerah Rp 3,82 Triliun

Kabupaten Lamongan Proyeksikan Pendapatan Daerah Rp 3,82 Triliun

Whats New
Permintaan Alat Berat United Tractors Meningkat Dua Kali Lipat Imbas Peningkatan Produksi Batu Bara

Permintaan Alat Berat United Tractors Meningkat Dua Kali Lipat Imbas Peningkatan Produksi Batu Bara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.