Kompas.com - 04/01/2016, 18:46 WIB
Petugas kasir memasang tanda larangan anak di bawah umur membeli rokok, di Indomaret, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2015). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelarangan pembelian produk tembakau oleh anak-anak di bawah 18 tahun. WARTA KOTA / HENRY LOPULALANPetugas kasir memasang tanda larangan anak di bawah umur membeli rokok, di Indomaret, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2015). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelarangan pembelian produk tembakau oleh anak-anak di bawah 18 tahun.
|
EditorJosephus Primus

BENGKULU, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Bengkulu mengungkapkan terdapat beberapa komoditas yang memberi sumbangan kemiskinan di daerah itu. Di antaranya beras, rokok kretek dan filter, serta cabai merah.

Pada September 2015 jumlah penduduk miskin di Bengkulu mencapai 3.228.3000 orang atau 17, 16 persen, bertambah sebanyak 633.000 orang dibandingkan penduduk miskin pada September 2014 yang besarannya hanya 3.165.000 ribu orang atau 17,09 persen.

Sepanjang lima tahun jumlah penduduk miskin di Bengkulu selalu di atas 300.000  orang atau berada di angka 17 persen. Jumlah penduduk ini sempat menyentuh angka 18,34 persen pada Maret 2013. Jumlah ini sangat jauh di bawah angka kemiskinan nasional 11 persen. "Dari beberapa survei komoditas pemicu kemiskinan ternyata, beras, rokok, dan cabai merah di urutan teratas," kata Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS, Provinsi Bengkulu, Timbul Silitonga, Senin (4/1/2016).

Komoditas beras di daerah perkotaan menyumbang garis kemiskinan beserta kontribusinya dalam persentase mencapai 16,58 persen, di perdesaan 32,67 persen. Sementara, rokok kretek dan filter di urutan kedua dengan persentase di perkotaan menyumbang kemiskinan mencapai 10,67, sedangkan di perdesaan 7,78 persen.

Sementara itui,  cabai merah di perkotaan menyumbang kemiskinan mencapai 5,02 persen dan perdesaan 5,44 persen. Menyusul, daging ayam ras, telur ayam ras, mie instan, ikan mujahir, kue basah, tempe dan roti.

Selanjutnya, sektor penyumbang kemiskinan dari kelompok bukan makanan meliputi perumahan 7,34 persen, bensin, listrik, pendidikan dan angkutan termasuk kayu bakar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari data ini, Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Dody Herlando, menekankan agar pemerintah daerah setempat dapat meningkatkan pertanian terutama sektor padi. "Beras ini memicu kemiskinan cukup tinggi, untuk itu data ini dapat digunakan Pemda untuk mengentaskan kemiskinan, dengan menggenjot lagi hasil padi, termasuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai," ujarnya.

Sementara, terkait tingginya kontribusi rokok, ia berharap dinas kesehatan dapat melakukan penyuluhan antirokok lebih giat lagi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.