Kompas.com - 19/01/2016, 19:30 WIB
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari semua sektor yang akan bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tenaga kerja di bidang pariwisata dinilai yang paling kompetitif saat ini. "Sektor pariwisata tenaga kerja kita paling kuat. Paling bisa bersaing," kata Hanif Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri di Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Menurut dia, dari segi infrastruktur dan kesiapan tenaga kerja, sektor pariwisata paling unggul dibandingkan sektor lainnya. "Infrastruktur pelatihan siap dan dari segi kelengkapan standar, seperti SKNNI atau standar tenaga kerja, pariwisata paling komplit," ujar Hanif.

Maka dari itu, untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA, Hanif mengaku pihaknya sedang berusaha menggenjot kualitas tenaga kerja di Indonesia. Salah satunya dengan memberikan tenaga kerja pelatihan. Hal ini untuk menambah kompetensi dan nilai tambah pada para tenaga kerja.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bersamaan dengan diberlakukannya MEA, arus perpindahan tenaga kerja dari satu negara ke negara lain di Asia Tenggara juga makin besar. Namun, negara-negara anggota ASEAN sepakat untuk memberikan kebebasan pada hanya 8 jenis profesi. Kedelapan profesi yang dimaksud antara lain akuntan, teknik, surveyor, arsitek, perawat, pekerja kesehatan, dokter gigi, dan pekerjaan bidang pariwisata. Kedelapan profesi ini disepakati dalan mutual recognition arrangements (MRA) antara negara ASEAN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Spend Smart
Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Whats New
Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Work Smart
Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV,  XXI, dan Cinepolis

Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV, XXI, dan Cinepolis

Spend Smart
Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Whats New
Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Whats New
[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Whats New
Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.