Pemerintah Anggap Saham Divestasi Kemahalan, Ini Penjelasan Freeport

Kompas.com - 20/01/2016, 16:07 WIB
Pemandangan di pertambangan emas-tembaga PT Freeport Indonesia yang merupakan investasi Amerika Serikat. Indonesia hanya menerima satu persen dari bagi hasil pertambangan di lokasi yang menghasilkan sekurangnya 300 kilogram emas setiap hari. Pada 25 tahun pertama beroperasi, Republik Indonesia tidak menerima bagi hasil dari penambangan emas. KOMPAS/IWAN SANTOSAPemandangan di pertambangan emas-tembaga PT Freeport Indonesia yang merupakan investasi Amerika Serikat. Indonesia hanya menerima satu persen dari bagi hasil pertambangan di lokasi yang menghasilkan sekurangnya 300 kilogram emas setiap hari. Pada 25 tahun pertama beroperasi, Republik Indonesia tidak menerima bagi hasil dari penambangan emas.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Freeport menjelaskan latar belakang harga 10,64 persen saham PT Freeport Indonesia dibanderol 1,7 miliar dollar atau Rp 23,67 triliun (kurs 13.900).

Direktur Freeport Indonesia Clementino Lamury mengatakan pihaknya memasang harga sebesar itu dengan menggunakan asumsi kontrak Freeport Indonesia akan diperpanjang setelah 2021 mendatang.

"Jadi memang harga saham yang kami tawarkan itu menghitung mengasumsikan perpanjangan operasi kami setelah 2021," ujar Clementino saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Selain itu, Freeport mengasumsikan nilai saham yang ditawarkan tersebut dengan investasi yang sudah dan yang akan ditanamkan kelak.

Hal itu sehubungan dengan pengembangan tambang bawah tanah.

"Sekaligus juga investasi yang kami telah tanamkan sebanyak 4,3 miliar dollar sehubungan dengan tambang bawah tanah dan future invesment kami sebesar 15 miliar dollar," kata Clementino.

Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian mendesak agar Freeport terbuka dengan harga divestasi yang ditawarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita ingin yang realistis. Kami ingin semua perusahaan pertambangan di republik ini mengemukakan apa adanya. Jangan financial engineering yang dimainkan," ucap Ramson.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.