Kompas.com - 20/01/2016, 18:18 WIB
Kelapa sawit di area perkebunan di Pelalawan, Riau, 16 September 2015. AFP PHOTO / ADEK BERRYKelapa sawit di area perkebunan di Pelalawan, Riau, 16 September 2015.
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha sawit nasional melihat Pakistan akan menjadi pasar yang potensial di masa mendatang. Pasalnya, pertumbuhan permintaan  produk sawit dari Pakistan  semakin membesar beberapa tahun terakhir.

Menurut, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriono pertumbuhan permintaan minyak sawit di Pakistan pada 2015 lalu sekitar 32 persen menjadi 2,1 ton. Sementara, pada 2014 hanya berada di 1,66 juta ton. "Pakistan ini cukup bagus, di tahun lalu permintaanya sampai 2,1 Juta ton," ujar Joko Supriyono di Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Selain itu, dia juga mengatakan hingga dua atau tiga tahun ke depan permintaan sawit Pakistan bisa mencapai 3,5 juta ton. "Peningkatan luar biasa ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan masyarakat serta peningkatan populasi di sana," ujar Joko.

Joko mengatakan, Pakistan merupakan pasar masa depan. Makanya, dia berharap agar pemerintah menjaga baik kerja sama dengan Pakistan. Selain itu, dia juga berharap agar pemerintah memperkuat hubungan dagang dengan Pakistan. "Dijaga hubungannya. Untung saja kemarin beras dari sana bisa masuk sini (Indonesia), kalau tidak bisa, terancam itu potensi pasar masa depan," demikian Joko.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.