Harga Daging Sapi "Meroket", Wapres Duga Ada Pihak yang Bermain

Kompas.com - 22/01/2016, 17:18 WIB
Sapi potong di Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa (17/11/2015) sudah meminta proses karantina dipangkas hingga satu hari untuk mempercepat pengiriman sapi potong, khususnya ke Jabodetabek. Josephus PrimusSapi potong di Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa (17/11/2015) sudah meminta proses karantina dipangkas hingga satu hari untuk mempercepat pengiriman sapi potong, khususnya ke Jabodetabek.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com — Harga daging sapi merangkak naik lantaran sapi impor dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. Namun, harga daging di pasaran justru ada yang meningkat lebih dari 10 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menduga ada pihak-pihak yang bermain sehingga harga daging melonjak.

"Kalau itu PPN kan sebenarnya memang berlaku untuk semua barang impor. Semua barang impor jadi pemberlakuan, itu biasa saja," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jumat (22/1/2016).

Menurut Kalla, bila harga daging Rp 90.000 per kilogram, maka harga daging setelah dikenai PPN 10 persen hanya Rp 99.000. Namun, harga daging di pasaran saat ini bisa mencapai Rp 130.000 per kilogram.

"Jadi, ada yang menaikkan lebih banyak lagi," kata Wapres.

Kalla menuturkan bahwa pemberlakuan PPN 10 persen pada barang impor, termasuk sapi impor, merupakan hal yang biasa. Menurut dia, hal itu adalah aturan umum.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.