Kompas.com - 25/01/2016, 18:18 WIB
Sekitar 1000 sapi indukan dari Australia ini siap dikembangbiakkan untuk menghasilkan sapi bergenetik wagyu. ADHIS SISWANTO/KOMPAS.COMSekitar 1000 sapi indukan dari Australia ini siap dikembangbiakkan untuk menghasilkan sapi bergenetik wagyu.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil mengungkapkan bahwa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen untuk sapi impor sudah dihapuskan. Kebijakan tersebut langsung dilaporkannya kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Itu (PPN untuk sapi) sudah dibatalkan," ujar Sofyan Djalil usai bertemu Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Senin (25/1/2016).

Kebijakan tersebut dikeluarkan karena pengenaan PPN 10 persen untuk sapi impor diduga menjadi penyebab melonjaknya harga daging sapi di pasaran. Di daerah-daerah, harga daging sapi melambung menjadi Rp 120.000-Rp 140.000 per kilogram.

Sebelumya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menengarai, lonjakan harga sapi tidak semata disebabkan oleh PPN, tetapi juga pihak-pihak yang bermain.

"Kalau PPN itu kan sebenarnya memang berlaku untuk semua barang impor. Semua barang impor dikenakan PPN, itu biasa saja," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jumat (22/1/2016).

Menurut Kalla, bila harga daging sapi Rp 90.000 per kilogram, maka harga setelah dikenai PPN 10 persen seharusnya menjadi Rp 99.000. Namun, harga daging di pasaran lebih tinggi dari itu. "Jadi, ada yang sengaja menaikkan harga lebih tinggi," kata Wapres.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.