Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Chitato Indomie Goreng, Ini Kata Indofood

Kompas.com - 26/01/2016, 12:26 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Dunia maya diramaikan oleh hadirnya unggahan foto produk makanan ringan Chitato rasa Indomie goreng. Foto tersebut diunggah oleh Axton Salim, putra pemilik Salim Group yang menaungi grup Indofood, Anthoni Salim.

Menurut GM Corporate Communication Indofood Stefanus Indrayana, foto produk Chitato rasa Indomie goreng yang ramai beredar di media sosial adalah produk perdana. Akan tetapi, produk Chitato rasa terbaru tersebut belum beredar di pasaran.

"Itu produk Chitato produksi perdana, tetapi belum ada di pasaran. Bukan karena ulang tahun," kata Stefanus ketika dikonfirmasi oleh Kompas.com, Selasa (26/1/2016).

Stefanus menjelaskan, produk Chitato rasa Indomie goreng tersebut memang merupakan inovasi terbaru dari PT Indofood Fritolay Makmur, selaku produsen Chitato.

Adapun pemilihan rasa Indomie goreng, menurut Stefanus, kemungkinan lantaran Indomie goreng merupakan varian produk mi instan yang sudah amat populer di masyarakat.

"Tetapi, kalau dari proses produksi sampai akhirnya ke pasaran, itu kan membutuhkan waktu yang lama. Distribusinya juga. Ini inovasinya Chitato saja," ujar Stefanus.

Axton Salim mengunggah foto Chitato rasa Indomie goreng tersebut melalui akun Twitter pribadinya, @axtonsalim. Dalam unggahannya tersebut, Axton mengatakan, varian terbaru tersebut hadir untuk merayakan ulang tahunnya.

"New limited ed @indomie x @chitato out of factory for my birthday. Teased much? :) Coming to a store near you real soon," tulis Axton.

update: Kapan Chitato Indomie Goreng Beredar?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

60 Kloter Penerbangan Haji 'Delay', Menhub Minta Garuda Berbenah

60 Kloter Penerbangan Haji "Delay", Menhub Minta Garuda Berbenah

Whats New
2 Cara Cek Mutasi Rekening BCA lewat HP

2 Cara Cek Mutasi Rekening BCA lewat HP

Spend Smart
Hingga April 2024, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 20,16 Juta

Hingga April 2024, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 20,16 Juta

Whats New
KA Banyubiru Layani Penumpang di Stasiun Telawa Boyolali Mulai 1 Juni 2024

KA Banyubiru Layani Penumpang di Stasiun Telawa Boyolali Mulai 1 Juni 2024

Whats New
Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Whats New
Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Whats New
Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Whats New
Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Whats New
Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Whats New
CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

Whats New
BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

Whats New
Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Whats New
Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Whats New
TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

Whats New
Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com