Ini Syarat Harga Daging Sapi Bisa Turun di Bawah Rp 100.000 per Kg

Kompas.com - 26/01/2016, 13:27 WIB
Sapi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah digemukkan di salah satu sentra sapi potong, di Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah seperti nampak pada Senin (11/2/2013). KOMPAS/AMANDA PUTRISapi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah digemukkan di salah satu sentra sapi potong, di Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah seperti nampak pada Senin (11/2/2013).
|
EditorM Fajar Marta

 JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Asosiasi Pengusaha Daging Sapi Asnawi optimis harga daging sapi bisa di bawah Rp 100.000 per kg meskipun sapi impor membanjiri Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sapi impor, belakangan telah memicu kenaikan harga sapi keseluruhan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mencabut kembali pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen untuk sapi impor.

Menurut Asnawi, minimal ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar harga daging sapi yang kini sekitar Rp 115.000 per kg bisa turun di bawah Rp 100.000 per kg. Pertama, kondisi keamanan harus kondusif sehingga distribusi terjaga. Kedua, perekonomian tumbuh signifikan. Ketiga, nilai tukar rupiah terapresiasi terhadap dollar AS.

“Kalau kurs rupiah bisa Rp 11.000 per dollar AS, harga daging sapi bisa di bawah Rp 100.000 per kg,” kata Asnawi kepada kompas.com, Senin (26/1/2016).

Menurut Asnawi, dengan kurs rupiah saat ini yang sekitar Rp 14.000 per dollar AS, maka harga sapi impor dari Australia akan berada di kisaran Rp 43.300 per kg bobot hidup. Sebab, harga per kg bobot hidup sapi impor dari Australia saat ini sekitar 3,1 dollar AS.

Harga tersebut masih ditambah biaya pengiriman, baik transportasi laut dan darat, dan bermacam-macam perizinan termasuk kepabeanan. Akhirnya, ketika sampai di tanah air, harga sapi impor sudah di level Rp 46.000 per kg bobot hidup. Setelah melalui berbagai jalur distribusi seperti pengimpor dan pedagang, akhirnya sampai di pasar eceran, harga daging sapi sudah di atas Rp 100.000 per kg.

“Sebaliknya, jika kurs Rp 11.000 per dollar AS, maka harga sapi bisa Rp 34.100 per kg bobot hidup. Selisihnya saja sudah Rp 10.000. Sampai di Indonesia tentu di bawah Rp 100.000 per kg,” kata Asnawi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.