BKPM Tak Pusingkan Hengkangnya Ford dari Indonesia

Kompas.com - 26/01/2016, 14:41 WIB
Kantor BKPM Jakarta ptsp.bkpm.go.idKantor BKPM Jakarta
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal tak terlalu memusingkan keputusan Ford Motor yang akan berhenti beroperasi di Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyatakan langkah Ford tidak berpengaruh terhadap investasi industri otomotif di tanah air.

“Keputusan Ford Motor Indonesia untuk menghentikan kegiatannya di Indonesia, menurutnya bukan sinyal menurunnya daya tarik investasi sektor otomotif,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media (26/1).

Menurut Franky, dari data yang dimiliki oleh BKPM, perizinan Ford Motor Indonesia hanya di bidang usaha perdagangan besar, perdagangan impor dan pelayanan purna jual serta pemeliharaan mobil.

“Tidak ada perizinan di bidang usaha industri otomotif. Hingga kini, perusahaan juga belum mengajukan belum mengajukan pencabutan atas izin usaha yang dimiliki  ke BKPM,” jelasnya.

Sebelumnya produsen otomotif tersebut melalui website resmi PT Ford Motor Indonesia mengumumkan menutup seluruh aktivitas operasional mereka. Termasuk, menutup seluruh dealer dan menghentikan penjualan dan impor resmi seluruh kendaraan Ford.

Franky Sibarani menyatakan daya tarik investasi sektor otomotif di Indonesia masih cukup tinggi. Minat investasi industri otomotif ke Indonesia tetap tinggi ditandai dengan geliat investasi di sektor otomotif tanah air.

“Ke depan, kami tetap optimistis bahwa perkembangan investasi di bidang otomotif akan terus meningkat,” lanjutnya.

Data BKPM tahun 2015 menunjukkan bahwa realisasi investasi sektor industri alat angkutan dan transportasi, termasuk di dalamnya otomotif, mencapai Rp 23,57 triliun. Jumlah itu naik 6,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi 2014 sebesar Rp 22,13 triliun.

Adapun untuk investasi asing yang khusus sektor otomotif baik industri maupun jasa tercatat mencapai Rp 21,6 triliun meningkat 13 persen dari tahun sebelumnya Rp 19 triliun.

Berdasarkan data OICA (International Organization of Motor Vehicle Manufacturers) rasio kepemilikan mobil di Indonesia yaitu sekitar 77 unit per 1.000 penduduk.

Di Malaysia rasio tersebut sekitar 397 unit per 1.000 penduduk. Melihat jumlah rasio kepemilkan mobil tersebut menunjukkan bahwa peluang pasar mobil di Indonesia masih sangat besar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.