Mendag: Lonjakan Harga Pangan Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Kompas.com - 26/01/2016, 16:58 WIB
Sapi potong di Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa (17/11/2015) sudah meminta proses karantina dipangkas hingga satu hari untuk mempercepat pengiriman sapi potong, khususnya ke Jabodetabek. Josephus PrimusSapi potong di Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa (17/11/2015) sudah meminta proses karantina dipangkas hingga satu hari untuk mempercepat pengiriman sapi potong, khususnya ke Jabodetabek.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat kini tengah resah akibat lonjakan harga bahan-bahan pangan, khususnya daging sapi dan daging ayam. Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, pihaknya juga tengah menyoroti hal tersebut. Namun, Thomas enggan berkomentar lebih jauh tentang lonjakan harga pangan.

Selain itu, dirinya pun tidak mau menuding atau menyalahkan pihak lain atas melesatnya harga bahan-bahan pangan di pasaran. "Soal pangan, Pak Presiden secara resmi sudah melarang menteri-menterinya untuk berkonflik di publik. Perselisihan pendapat yang ada akan diselesaikan di sidang kabinet dan rapat teknis," ujar Thomas kepada wartawan di Hotel Borobudur, Selasa (26/1/2016).

Menurut Thomas, kenaikan harga bahan-bahan pangan yang terjadi saat ini merupakan tanggung jawab bersama. Semua menteri yang tergabung dalam tim polhukam pun menyatakan keprihatinan atas lonjakan harga pangan.

"Harga pangan merupakan tanggung jawab kami bersama, bukan hanya Pak Mentan (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman) dan saya, melainkan juga semua anggota tim ekonomi. Bahkan, tim polhukam pun ikut prihatin atas kenaikan harga pangan karena tentunya akan ada dampak sosial dan keamanan akibat kenaikan harga pangan," papar Thomas.

Terkait rantai pemasaran bahan pangan yang panjang, Thomas menyatakan, hal ini juga menjadi perhatiannya. Menurut dia, tantangan terkait rantai pasok yang panjang sudah ada sejak 10 tahun yang lalu.

"Harga pangan melonjak pada 2015 dan 2016. Ini harus menjadi perhatian bersama," kata Thomas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.