Penurunan Harga Energi Hambat Inflasi Januari 2016

Kompas.com - 01/02/2016, 18:48 WIB
SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). TRIBUN NEWS / IRWAN RISMAWANSPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik mencatat ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada bulan Januari 2016. Kondisi itu dapat membantu menghambat inflasi.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, semua komoditas penghambat inflasi Januari 2016 adalah kebutuhan energi.

Pertama, bensin yang mengalami penurunan harga rata-rata 3,84 persen. Dengan bobot 3,67 persen, penurunan harga bensin memberikan andil terhadap inflasi, sebesar minus 0,15 persen.

"Ini karena kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM. Sehingga terjadi penurunan di 82 kota IHK, antara 2-4 persen," kata Suryamin dalam paparan Senin (1/2/2016).

Kedua, tarif angkutan udara yang turun 8,44 persen. Penurunan tarif angkutan udara ini dikarenakan turunnya harga avtur. Dengan bobot 0,94 persen, maka andil terhadap inflasi sebesar minus 0,05 persen.

"Terjadi penurunan di 30 kota IHK, tertinggi terjadi di Semarang 39 persen, dan Bandung sebesar 35 persen," lanjut Suryamin.

Ketiga, penurunan harga solar sebesar 13,73 persen. Dengan bobot 0,15 persen, maka penurunan harga solar memberikan andil terhadap inflasi sebesar minus 0,02 persen.

Suryamin menjelaskan, penurunan harga solar ini akibat kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM jenis solar per 5 Januari 2016.

Sehingga terjadi penurunan harga solar di 82 kota IHK antara 13-16 persen.

"Terakhir, bahan bakar rumah tangga atau elpiji yang turun 0,67 persen. Dengan bobot 1,74 persen, andilnya 0,01 persen. Ini karena kebijakan pemerintah menurunkan harga elpiji 12 kg," ucap Suryamin.

Penurunan harga elpiji terjadi di 52 kota IHK, tertinggi terjadi di Lohksmawe sebesar 7 persen, dan Bekasi sebesar 5 persen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.