Kompas.com - 02/02/2016, 08:34 WIB
Mekanik mengecek alat berat di PT. United Tractors, Jakarta, Jumat (23/12/2012). AGUS SUSANTOMekanik mengecek alat berat di PT. United Tractors, Jakarta, Jumat (23/12/2012).
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar memprihatinkan datang dari PT United Tractors Tbk. Perusahaan alat berat dan pertambangan itu "mengekor" aksi beberapa perusahaan lain yang sudah memangkas jumlah karyawan.

Langkah ini demi mengejar efisiensi biaya operasional. Alasan manajemen United Tractors menempuh cara tersebut ialah karena harga jual batubara yang tak kunjung "mendaki".

"Memang kondisinya sedang sulit, dari harga komoditas anjlok, maka perlu penyesuaian kapasitas produksi," tutur Sekretaris Perusahaan PT United Tractor Tbk Sara Kristi Loebis kepada Kontan, Senin (1/2/2016).

Manajemen United Tractors menampik program pengurangan karyawan tersebut disebut dengan program pensiun dini. Perusahaan berkode UNTR di Bursa Efek Indonesia itu menyatakan menggelar program pengunduran diri sukarela.

Program hanya berlaku untuk karyawan pada lini bisnis pertambangan. 

Misalnya, perusahaan itu tak lagi menggelar kerja lembur. Mereka juga memutuskan tak memperpanjang masa kerja karyawan kontrak.

Program pengurangan karyawan tersebut menyesuaikan proyeksi produksi batubara dan penggunaan alat berat yang terjadi saat ini. Sebagai informasi, selain memiliki area pertambangan batubara sendiri, United Tractors juga menawarkan jasa kontraktor pertambangan.

Nah, saat harga jual batubara "tiarap", ekspansi perusahaan pertambangan batubara ikut surut. Perusahaan pertambangan kemudian menunda rencana pembelian alat berat. Alhasil, permintaan alat berat pertambangan United Tractors tak bergairah.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Perhimpunan Agen Alat Berat Indonesia Djonggi Gultom mengaku, memang banyak perusahaan alat berat yang memberhentikan karyawan.

Dari catatan dia, United Tractors memberhentikan sekitar 1.500 karyawan, sedangkan PT Trakindo Utama memberhentikan 800 karyawan. Perusahaan tersebut mengejar efisiensi agar bisa menjaga kestabilan kinerja.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber KONTAN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
Percepat Transformasi Digital Indonesia, Telkom Hadirkan 'Leap'

Percepat Transformasi Digital Indonesia, Telkom Hadirkan "Leap"

Whats New
Bakal Ada Perubahan Organisasi di PLN, Erick Thohir Pastikan Tak Ada Pengurangan Pegawai

Bakal Ada Perubahan Organisasi di PLN, Erick Thohir Pastikan Tak Ada Pengurangan Pegawai

Whats New
Sequoia Capital hingga Alphabet Suntik Startup Lummo Rp 1,14 Triliun

Sequoia Capital hingga Alphabet Suntik Startup Lummo Rp 1,14 Triliun

Smartpreneur
Luhut Cerita Yayasan Bill Gates dan Rockefeller Surati Jokowi, Ada Apa?

Luhut Cerita Yayasan Bill Gates dan Rockefeller Surati Jokowi, Ada Apa?

Whats New
Asosiasi Buka Suara soal Harga Minyak Goreng Rp 14.000: Tidak Untung, Selisih Rugi Dibayar BPDP KS

Asosiasi Buka Suara soal Harga Minyak Goreng Rp 14.000: Tidak Untung, Selisih Rugi Dibayar BPDP KS

Whats New
Penghapusan Premium, Pemerintah Beri Kompensasi ke Pertamina

Penghapusan Premium, Pemerintah Beri Kompensasi ke Pertamina

Whats New
Alfamart Imbau Konsumen Beli Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter Sesuai Keperluan

Alfamart Imbau Konsumen Beli Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter Sesuai Keperluan

Spend Smart
Putri Tanjung, Anak Pengusaha Chairul Tanjung, Jadi 'Trending Topic' di Twitter, Ada Apa?

Putri Tanjung, Anak Pengusaha Chairul Tanjung, Jadi "Trending Topic" di Twitter, Ada Apa?

Whats New
Rupiah dan IHSG Melemah, Saham-saham Bank Besar Ini Dilepas Asing

Rupiah dan IHSG Melemah, Saham-saham Bank Besar Ini Dilepas Asing

Whats New
Erick Thohir Bakal Bikin Subholding PLN, Apa Saja?

Erick Thohir Bakal Bikin Subholding PLN, Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.