Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga Masih Dominan

Kompas.com - 05/02/2016, 14:14 WIB
Estu Suryowati

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2015 yang sebesar 5,04 persen masih didominasi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, kontribusi pengeluaran konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 56,64 persen.

Kepala BPS Suryamin menyebutkan, pada kuartal IV-2015 pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,92 persen secara year on year (yoy) , dan tumbuh 0,01 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Kontribusi terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2015 datang dari investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dengan andil terhadap PDB sebesar 34,97 persen.

Suryamin menuturkan, pada kuartal IV-2015 investasi tumbuh sebesar 6,9 persen yoy dan tumbuh 5,01 persen dibanding periode sebelumnya.

Sementara itu, meskipun ekspor pada kuartal IV-2015 turun 6,44 persen YoY dan turun 1,85 persen, namun ekspor masih menyumbang 20,16 persen terhadap PDB.

“Kontribusi terbesar ada tiga, pengeluaran konsumsi RT, PMTB atau investasi, dan ekspor,” kata Suryamin dalam paparan, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Adapun pengeluaran konsumsi pemerintah pada kuartal IV-2015 hanya menyumbang 13,53 persen terhadap PDB, meskipun tumbuh signifikan. Pada periode ini pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 7,31 yoy dan 41,3 persen dibanding kuartal sebelumnya.

“Pengeluaran (konsumsi) pemerintah ada yang masuk sebagai PMTB,” kata Suryamin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Earn Smart
Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Spend Smart
Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Whats New
Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Whats New
Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com