Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lion Air Blak-blakan Soal ‘Hobi Delay’

Kompas.com - 11/02/2016, 05:18 WIB
Estu Suryowati

Penulis

DENPASAR, KOMPAS.com – Di antara pembaca, sekali waktu pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan ketika bepergian dengan menggunakan pesawat terbang.

Salah satu maskapai yang "hobi delay" adalah maskapai berbiaya murah, Lion Air. Kadang muncul pertanyaan, apakah memang pelayanan dalam hal ketepatan waktu itu menjadi layak dengan dangkalnya kocek yang dirogoh?

Atas hal itu, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait berbagi cerita seputar kebiasan delay pada Lion Air.

“Kalau delay, iya (sering delay). Lion Air terbang 500-600 flight per hari dan dari situ 60-80 penerbangan mengalami delay. Hal itu kami pelajari terus, bagaimana meminimalkan, termasuk melakukan perbaikan rotasi pesawat,” kata dia, Selasa malam (9/2/2016).

Membandingkan dengan maskapai lain yang masih satu grup dengan Lion Air, yaitu Batik Air, Edo menuturkan sebenarnya bisa saja keterlambatan-keterlambatan penerbangan Lion Air dikurangi.

“Tapi kenapa bisa (Lion sering delay)? Memang produk Lion itu kami buat ketat, biar bisa masuk skema produksi yang memang mumpuni,” jelas Edo.

Edward Sirait juga mengungkapkan tidak ada masalah dengan rasio antara jumlah pilot dengan armada yang dimiliki Lion Air. Dia menegaskan setiap penambahan pesawat, manajemen wajib menambah kru termasuk pilot.

“Kalau enggak ada krunya, ya kita enggak dapat izin nambah pesawat. Tapi kalau tiba-tiba ada pilot sakit dalam jumlah banyak bersamaan, itu mungkin saja terjadi,” ucapnya.

Dua tahun sejak 2014, on time performance (OTP) atau kinerja ketepatan waktu Lion Air tercatat 76 persen. Pihak manajemen menyatakan bahwa angka tersebut masih bisa ditoleransi, lantaran maskapai terbaik di dunia pun OTP-nya maksimal 95 persen.

“Dan itu (100 persen) enggak mungkin tercapai. (Karena) Ada faktor cuaca dan kerusakan pesawat, ada faktor operasional bandara. Belum lagi di Indonesia, ada banjir, hujan,” pungkas Edward Sirait.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hingga April 2024, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 20,16 Juta

Hingga April 2024, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 20,16 Juta

Whats New
KA Banyubiru Layani Penumpang di Stasiun Telawa Boyolali Mulai 1 Juni 2024

KA Banyubiru Layani Penumpang di Stasiun Telawa Boyolali Mulai 1 Juni 2024

Whats New
Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Whats New
Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Whats New
Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Whats New
Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Whats New
Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Whats New
CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

Whats New
BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

Whats New
Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Whats New
Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Whats New
TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

Whats New
Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Whats New
Dewan Periklanan Indonesia: RPP Kesehatan Bisa Picu PHK di Industri Kreatif dan Media

Dewan Periklanan Indonesia: RPP Kesehatan Bisa Picu PHK di Industri Kreatif dan Media

Whats New
Pekerja Wajib Ikut Iuran Tapera, Ekonom: Lebih Baik Opsional

Pekerja Wajib Ikut Iuran Tapera, Ekonom: Lebih Baik Opsional

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com