Belanja Iklan Koran di 2015 Mencapai Rp 30,8 Triliun

Kompas.com - 11/02/2016, 13:38 WIB
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika
JAKARTA, KOMPAS.com - Data Nielsen Advertising Information Services menunjukkan total belanja iklan koran hingga akhir 2015 mencapai Rp 30,8 triliun. Iklan koran tumbuh 1 persen di kuartal IV 2015.

"Iklan di koran lebih banyak didominasi oleh iklan layanan jasa atau produk konsumen selain makanan," kata Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Media, Nielsen Indonesia, melalui rilis ke KOMPAS.com, Kamis (11/02/2016).

Sementara itu, iklan televisi lebih banyak didominasi oleh iklan produk-produk konsumsi (FMCG/Fast Moving Consumer Goods).

Untuk belanja iklan di koran, iklan dari kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik berada di urutan pertama dengan nilai belanja iklan mencapai Rp 5,3 triliun.

Jumlah iklan tersebut sangat besar bahkan melebihi belanja iklan kategori apapun di televisi. Kategori ini juga mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 8 persen.

"Aktivitas-aktivitas politik yang terjadi secara berkala diduga menjadi pendorong tumbuhnya kategori ini," tulis Nielsen.
 
Di urutan berikutnya dengan selisih cukup jauh adalah iklan Korporasi dan Layanan Sosial, yang mencapai Rp 2,3 triliun. Lalu, diikuti oleh kategori Real Estate dan Perumahan yaitu mencapai Rp 1,8 triliun.

Iklan Pemda

Belanja iklan dari Pemerintah Daerah (Pemda) meraih porsi belanja iklan terbesar, atau 68 persen dari total belanja iklan Pemerintah dan Organisasi Politik, atau setara dengan Rp 3,1 triliun.

Untuk iklan Pemerintah Daerah, jenisnya didominasi oleh artikel atau advertorial  yang mencapai 56 persen dari keseluruhan iklan yang dipasang oleh Pemerintah Daerah.

Sisanya berupa ucapan selamat (Congratulations Ad) sebesar 15 persen, pengumuman sebesar  14 persen, dan pemberitahuan acara spesial sebesar 12 persen.

Pemerintah Daerah yang mempunyai belanja iklan paling tinggi adalah Pemda Riau dengan nilai belanja mencapai Rp 569 miliar untuk sepanjang 2015. Disusul oleh Pemda Kalimantan Timur yang mencapai Rp 534,8 miliar.

Dibandingkan dengan tahun lalu, kedua iklan Pemda ini tumbuh positif sebesar masing-masing 22 persen dan 72 persen. Di urutan ke tiga dengan selisih cukup jauh adalah Pemda Kepulauan Riau yang mencapai Rp 341 miliar, atau tumbuh sebesar 15 persen.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Badai PHK Karyawan Belum Usai, Pengusaha Ungkap Penyebabnya

Badai PHK Karyawan Belum Usai, Pengusaha Ungkap Penyebabnya

Whats New
Hong Kong Tarik Varian Mie Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Hong Kong Tarik Varian Mie Sedaap, Wings Group Indonesia Buka Suara

Whats New
Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Resesi Global di Depan Mata, Waktunya Kurangi Investasi dan Simpan Uang Tunai?

Whats New
Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Whats New
Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Whats New
Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Whats New
BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

Whats New
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Whats New
Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Whats New
Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Whats New
Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Whats New
Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Whats New
Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Rilis
Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.