Menteri Desa Akui Ada Dana Desa Tak Tepat Sasaran

Kompas.com - 25/02/2016, 20:30 WIB
Menteri  Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi (Menteri Desa) Marwan Jafar menerima buku Kebangkitan Desa dari penari pemeran tokoh pewayangan Hanoman saat peluncuran buku tersebut di Kantor Kementerian Desa pada Kamis (25/2/2016). Kementerian DesaMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi (Menteri Desa) Marwan Jafar menerima buku Kebangkitan Desa dari penari pemeran tokoh pewayangan Hanoman saat peluncuran buku tersebut di Kantor Kementerian Desa pada Kamis (25/2/2016).
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi (Menteri Desa) Marwan Jafar mengakui ada dana desa yang tak tepat sasaran. "Tapi, jumlahnya cuma enam persen," kata Marwan di sela-sela peluncuran buku Kebangkitan Desa pada Kamis (25/2/2016) sore di Kantor Kementerian Desa di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Marwan Jafar lebih lanjut memerinci bahwa dana desa pada 2015 besarnya Rp 40,7 triliun. "Tahun ini dana desa menjadi Rp 47 triliun," katanya lagi.

Sementara itu, usai peluncuran, menjawab pertanyaan Kompas.com, Marwan Jafar kembali menegaskan bahwa dana desa utamanya memang untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan desa. Kemudian, opsi kedua adalah pembangunan sarana dan prasarana. "Yang ketiga baru untuk pembangunan ekonomi desa," katanya lagi.

Lebih lanjut, Marwan mengatakan bahwa penekanan pada pembangunan infrastruktur punya latar belakang sendiri. Infrastruktur jalan, misalnya, memunyai daya serap tinggi terhadap tenaga kerja. "Nah, kalau infrastruktur jalan desa sudah selesai, pembangunan ekonomi bisa berjalan lancar," kata Marwan lagi.

Terkait buku sebagaimana tersebut di atas, Marwan mengatakan bahwa buku setebal 280 halaman itu, salah satunya, memotret kementerian baru yang dipimpinnya. "Kementerian ini kan gabungan dari tiga kementerian," demikian Menteri Marwan Jafar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.