Kompas.com - 26/02/2016, 13:12 WIB
|
EditorM Fajar Marta
NEW YORK, KOMPAS.com - Analis Citigroup menyatakan risiko jatuhnya perekonomian global ke jurang resesi semakin besar.

Pasalnya, menurut laporan Citigroup, fundamental ekonomi masih lemah.

"Kita saat ini berada pada situasi yang genting terkait pertumbuhan global dan pasar aset setelah dua atau tiga tahun berada pada situasi yang relatif tenang. Pertumbuhan ekonomi global melemah pada kuartal IV pada kisaran 2 persen dalam setahun," tulis Citigroup dalam laporannya seperti dikutip dari CNBC, Jumat (26/2/2016).

Citigroup menyebut, goncangan teranyar adalah memburuknya prospek ekonomi di negara-negara maju dan meningkatnya ketidakpastian di negara-negara tersebut, khususnya di Amerika Serikat.

Selain itu, di seluruh dunia juga terjadi pengetatan kondisi finansial.

Pada saat yang sama, fundamental tetap melemah, termasuk kekhawatiran perlambatan di China dan rezim nilai tukarnya yang tidak berkelanjutan.

Ada pula risiko regional yang meningkat, termasuk risiko keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Resesi global yang dimaksud Citigroup adalah pertumbuhan di bawah 2 persen.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.