Kritik Presiden Xi, Taipan China Kehilangan 37 Juta "Follower" Medsos

Kompas.com - 29/02/2016, 07:12 WIB
Presiden China Xi Jinping menghadiri pembukaan Konferensi Internet Dunia di Wuzhen, Jiaxing, provinsi Zhejiang, China, 16 Desember 2015. VOA IndonesiaPresiden China Xi Jinping menghadiri pembukaan Konferensi Internet Dunia di Wuzhen, Jiaxing, provinsi Zhejiang, China, 16 Desember 2015.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika
KOMPAS.com - Regulator internet utama China menutup akun media sosial pensiunan pengembang properti ternama Ren Zhiqiang setelah taipan tersebut mengkritik kebijakan presiden Xi Jinping yang memperketat kontrol negara atas media.

Beberapa situs ternama termasuk Weibo dari Sina Corp, QQ dari Tencent Holdings Ltd, disuruh untuk menutup link akun ke Ren Zhiqiang pada Minggu lalu.

Cyberspace Administration of China menurut media sosial Ren dengan tuduhan "informasi ilegal" dan "memberikan dampak negatif".

Ren merupakan mantan ketua Huayuan Property Co. Dia dikenal kritis pada kebijakan pemerintah, melalui akun media sosialnya di Weibo, yang memiliki 37 juta "follower."

Dia tidak membalas pesan singkat yang meminta komen atas penutupan tersebut.

Ren sendiri merupakan teman dekat pejabat Partai Komunis Wang Qishan. Dia mengatakan kepada Bloomberg dalam sebuah wawancara tahun lalu bahwa dua orang ini sering mengadakan pembicaraan via telepon dan bertemu beberapa kali dalam setahun.

Ren pensiun sebagai ketua Hua Yuan Property di 2014 tapi tetap jadi ketua di Beijing Huayuan Haoli Investment Co.

Kritik Ren terhadap presiden Xi hadir setelah kunjungan Xi ke beberapa media ternama di Beijing dan membuat kebijakan agar para media ini merefleksikan keinginan partai dan memberikan ruang bago otoritas partai.

Cara ini digunakan presiden Xi untuk memusatkan kekuatan, bahkan dia tidak segan memenjarakan reporter, menghukum komentator internet dan memberlakukan hukum kebal terhadap partai dan pemerintahannya dari kritik.

Setelah tur presiden Xi pada 19 Februari lalu, Ren menertbitkan kritik melalui akun Weibo. Dia mengatakan, media hanya melayani partai, bukannya para pembayar pajak yang mendanai bujet mereka. Posting tersebut kemudian dihapus.

Sebelumnya, pada Agustus 2013, polisi Beijing menahan angel investor asal Amerika Serikat Charles Xue, yang berbagi kritik pada 12 juta pengikutnya di Weibo.

Xue dilepaskan setelah terbit video pengakuannya sebagai patron prostitusi dan mendorong peretasan internet pemerintah. Video pengakuannya ini ditayangkan oleh perusahaan televisi negara,  China Central Television.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.