Kompas.com - 01/03/2016, 06:28 WIB
Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Kepresidenan, Rabu (27/1/2016). Indra AkuntonoSekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Kepresidenan, Rabu (27/1/2016).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan membentuk enam sektor holding atau perusahaan induk BUMN. Rencana pembentukan itu disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas untuk dikaji lebih lanjut.

"Ada enam holding yang disampaikan kepada bapak Presiden untuk dikaji lebih mendalam," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Senin malam (29/2/2016).

Pramono menyebutkan enam sektor yang akan dibentuk holding-nya yakni sektor pertambangan, energi terbarukan, infrastruktur, perbankan, dan sektor ketahanan energi.

Seskab mengungkapkan pembentukan holding BUMN dimaksudkan agar perusahaan milik negara bisa lebih sehat dan bisa lepas dari kepentingan partai politik maupun politik tertentu.

"Pembentukana holding BUMN untuk membuat lebih sehat, lebih kuat dan menghindarkan dari praktik-praktik yang pernah terjadi, sangat gampang, sangat rentan untuk ditempelin kekuatan partai politik maupun kekuatan politik tertentu," katanya.

Untuk itu, lanjut Pramono, Presiden memberikan arahan agar pembentukan holding dilakukan secara hati-hati, dengan memperhatikan efektivitas dan efisiensi.

Presiden berharap holding ini bisa membuat kekuatan BUMN seperti Temasek di Singapura ataupun holding-holding besar di negara-negara lainnya.

Seskab juga mengungkapkan pembentukan holding ini nantinya juga akan diikuti perubahan Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari Undang-undang agar BUMN tidak tergantung dari APBN dan justru akan memberikan masukan kepada negara, baik dari keuntungan atupun pemasukan pajak.

"Mereka akan menghidupi dirinya sendiri, mereka memberikan kontribusi pemasukan, baik pemasukan keuntungan maupun pajak pada negara," kata Pramono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.