Pelaku Bisnis Harus Bisa Memanfaatkan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

Kompas.com - 03/03/2016, 16:47 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Pelaku bisnis harus bisa memanfaatkan kebijakan kantong plastik berbayar. Salah satunya dengan menyediakan kantong kain yang wajib dibawa saat berbelanja baik di pasar tradisional hingga ke pasar-pasar modern. "Saya punya banyak ide untuk memanfaatkan kantung kain itu," tutur Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat pada Kamis (3/3/2016) di Jakarta.

Di dalam kesempatan itu, terang Irwan, perusahaan yang menjadi emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode SIDO itu meluncurkan iklan layanan masyarakat bertema peduli lingkungan. Fokus tayangan dengan bintang iklan produk Tolak Linu yakni penyanyi Tantri dari grup musik Kotak itu adalah mengubah sikap banyak orang untuk membiasakan diri mengurangi sampah plastik dengan membawa kantong kain setiap kali berbelanja.

Dalam kesempatan itu, hadir Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Aji, penyanyi Tantri dari grup musik Kotak, Direktur Jenderal Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Harjanto.

Sebagaimana diketahui, sejak 21 Februari 2016, pemerintah memberlakukan kebijakan kantung plastik berbayar. Ketentuan ini termaktub dalam Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS /2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Tercatat ada 23 kota di seluruh Indonesia yang berpartisipasi di dalam program itu. Bentuk nyata kebijakan itu adalah masyarakat wajib membayar Rp 200 per kantong plastik saat berbelanja di supermarket, minimarket, dan toko-toko. Program akan berlangsung sebagai uji coba sepanjang tiga bulan ke depan. "Juni kami akan mengevaluasi lagi," kata Menteri Siti Nurbaya Bakar sembari menambahkan bahwa informasi terkini sudah menunjukkan ada tambahan 23 kota/kabupaten lagi yang ingin melakukan uji coba kantong plastik berbayar.

Kampanye

Josephus Primus Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat dengan stiker Rumah Ramah Lingkungan. Menurutnya, proses memilah sampah dan membiasakan diri mengurangi sampah plastik sudah tumbuh mulai dari rumah.

Lalu, terkait pelaku bisnis, Irwan Hidayat membeberkan idenya. Dalam waktu singkat, pihaknya akan melakukan kampanye kantong kain di berbagai pasar tradisional. Tapi, kampanye ini, lanjut Irwan harus tetap berjalan sesuai bisnis perusahaan. "Kami akan menawarkan kantong kain kepada konsumen asalkan mereka membeli produk Tolak Linu," tutur Irwan.

Selain itu, dengan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, imbuh Irwan, pihaknya akan mempopulerkan stiker bertuliskan Rumah Ramah Lingkungan. Stiker itu ditempel di bagian depan rumah agar terlihat oleh para pemulung. Pada rumah dengan stiker itu, penghuninya sudah melakukan pemilahan sampah mulai dari sampah yang bisa didaur ulang maupun tidak.

Menurut Irwan, dengan cara itu, proses memilah sampah dan membiasakan diri mengurangi sampah plastik sudah tumbuh mulai dari rumah. "Cara itu juga memberi nafkah bagi para pemulung," demikian Irwan Hidayat.

Josephus Primus Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Foto diambil pada Kamis (3/3/2016).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Rilis
Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Whats New
Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Spend Smart
Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Whats New
Perkuat Ekosistem 'Cashless', BNI Gandeng Indomaret

Perkuat Ekosistem "Cashless", BNI Gandeng Indomaret

Whats New
Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Spend Smart
Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Whats New
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Whats New
Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Rilis
Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Whats New
Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Whats New
Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Earn Smart
7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

Work Smart
Bahlil Sebut Siap-Siap Jika Harga BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

Bahlil Sebut Siap-Siap Jika Harga BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Indofood Dukung Bahan Baku Lokal untuk Mi Instan

Indofood Dukung Bahan Baku Lokal untuk Mi Instan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.