Suku Bunga Deposito BCA Akan Stagnan di Level 5,75 Persen

Kompas.com - 03/03/2016, 20:25 WIB
Paparan kinerja Bank Central Asia (BCA), Jakarta, Kamis (3/3/2016). Laba BCA sepanjang 2015 capai Rp 18 triliun, naik 9,3 persen dibandingkan 2014. Estu SuryowatiPaparan kinerja Bank Central Asia (BCA), Jakarta, Kamis (3/3/2016). Laba BCA sepanjang 2015 capai Rp 18 triliun, naik 9,3 persen dibandingkan 2014.
|
EditorAprillia Ika
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan, tidak akan lagi menurunkan suku bunga deposito pada tahun ini. Sebab, suku bunga deposito BCA sudah rendah di level 5,75 persen.

"Kalau dibandingkan BI rate yang 7 persen, bunga deposito kami malah sudah minus 1,25 persen. Artinya, kami tidak mungkin turunkan lagi. Kalau turunkan lagi, habis dana kami," ucap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam paparan kinerja, di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Jahja menjelaskan, sejak Februari 2015 hingga Oktober 2015, BCA telah menurunkan suku bunga deposito sebesar 0,25 persen per bulan.

Dengan demikian, selama delapan bulan itu bunga deposito BCA sudah turun 2 persen atau 200 basis poin dari sebelumnya 7,75 persen menjadi 5,75 persen.

Jahja menerangkan, kebijakan korporasi untuk menurunkan suku bunga deposito saat itu disebabkan BCA mengalami kelebihan likuiditas, sebagai imbas lesunya perekonomian.

Jahja mengaku, pada waktu itu BCA tidak membutuhkan banyak dana deposito. Tapi pada tahun ini, Jahja menambahkan, BCA lebih optimistis memandang geliat ekonomi.

Meski enggan menyebutkan angkanya, Jahja juga bilang BCA optimistis penyaluran kredit tahun ini lebih tinggi daripada 2015.

Sebagai informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana mengeluarkan kebijakan batas atas suku bunga deposito kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III dan IV.

Untuk bank dengan modal inti antara Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun, batas atas bunga deposito 100 basis poin diatas BI rate.

Sedangkan untuk bank bermodal inti di atas Rp 30 triliun, batas atas bunga deposito dipatok 75 basis poin diatas BI rate.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
Kewirausahaan untuk Semua

Kewirausahaan untuk Semua

Smartpreneur
Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Whats New
Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.