Jonan: "Sharing Economy" Boleh Saja, tetapi...

Kompas.com - 29/03/2016, 15:56 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan tak mempersoalkan perkembangan bisnis dengan model sharing economy, seperti Uber dan GrabCar, di sektor perhubungan.

Namun, Jonan menginginkan bisnis berjalan secara legal. "Kalau yang namanya sharing economy saya setuju, dalam konteks apa pun boleh saja, diikutin saja, bikin koperasi, tetapi kendaraannya harus terdaftar dalam format badan usaha, boleh koperasi," ujar Jonan di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Istilah sharing economy kian booming setelah banyak bisnis yang menggunakan model itu. Di bisnis taksi online, misalnya, bisa lebih efisien karena perusahaan tidak menanggung biaya kredit mobilnya, gaji pegawai atau sopir, hingga tak membutuhkan pool kendaraan.

Alhasil, tarif kendaraan jadi lebih murah. Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali sebelumnya dalam tulisannya Selamat Datang Sharing Economy, efisiensi di dalam model bisnis sharing economy bisa terjadi lantaran batasan antara produsen dan konsumen, begitu juga antara debitor dan kreditor.

"Siapa pun bisa menjadi pemasok Anda, tetapi sekaligus menjadi konsumen Anda," tulis Rhenald.

Namun, Jonan meminta perusahaan aplikasi taksi harus bekerja sama dengan badan usaha atau koperasi angkutan umum yang legal. Dengan demikian, kendaraan-kendaraan yang digunakan memenuhi ketentuan angkutan umum.

Jonan menegaskan bahwa dirinya tidak mempersalahkan aplikasi online. Menurut dia, persoalan Uber dan GrabCar adalah sarana transportasinya.

"Enggak boleh STNK-nya ditulis nama pribadi. Karena begini, ini sudah kejadian banyak kendaraan umum dimiliki orang pribadi," kata Jonan.

"Jadi sistem portalnya enggak apa-apa, tetapi harus berbisnis dengan yang legal," ucap mantan Direktur Utama PT KAI itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.