Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Bangun Sentra Pengolahan Bawang Merah di Brebes

Kompas.com - 31/03/2016, 13:43 WIB
|
EditorJosephus Primus

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan sentra pengolahan bawang di sentra produksi bawang, di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menuturkan, langkah ini merupakan inisiatif dari kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selama ini, bawang merah sebagai mana bahan pangan lain seperti beras, jagung, dan cabai merah menjadi pernyumbang inflasi apabila kurang pasokan. Sebaliknya, apabila pasokan berlebihan, harga bawang merah dari sentra produksi jatuh.

Pasalnya, bawang merah tidak bisa disimpan dalam waktu lama. Hal itulah yang membuat kerugian para petani. "Ini pemerintah sedang mencari satu cara bagaimana supaya hal itu tidak terjadi," kata Teten ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Lebih lanjut Teten menerangkan, pilihan pada Brebes sebagai tempat peluncuran program pengolahan bawang merah lantaran kabupaten tersebut merupakan sentra produksi bawang merah. Data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Brebes menunjukkan sentra bawang merah terbesar ada  pada 11 dari 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes meliputi Kecamatan Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tonjong, Losari, Kersana, Ketanggungan, Larangan, Songgom, Jatibarang, dan sebagian Banjarharjo. Namun begitu, program ini bisa dikembangkan pula di tempat lain.

Selain bawang merah, Teten melanjutkan, pemerintah ke depan juga akan mengembangkan program pengolahan untuk komoditas lain. "Tentu, ini program yang bisa direplikasi di tempat lain. Bisa juga untuk cabai, mungkin jagung beda pendekatannya, beras berbeda pendekatannya," demikian Teten Masduki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+