Tingkatkan Daya Saing, Bank BJB dan 10 BPR Kerja Sama Tata Kelola Terintegrasi

Kompas.com - 31/03/2016, 18:00 WIB
Kredit Cinta Rakyat (KCR) menjadi salah satu program unggulan di Jawa Barat. Dengan bunga 8,3%, program ini diikuti 12.000 debitur dengan daya serap tenaga kerja mencapai 31.000 orang. KOMPAS.com/Reni SusantiKredit Cinta Rakyat (KCR) menjadi salah satu program unggulan di Jawa Barat. Dengan bunga 8,3%, program ini diikuti 12.000 debitur dengan daya serap tenaga kerja mencapai 31.000 orang.
|
EditorAprillia Ika

BANDUNG, KOMPAS.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB meneken Perjanjian Kerja Sama dengan anak perusahaan dan perusahaan terelasi yaitu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Perjanjian ini untuk dibuat untuk pelaksanaan tata kelola terintegrasi dan manajemen risiko terintegrasi konglomerasi keuangan Bank BJB.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB Agus Mulyana mengemukakan, kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi peraturan OJK No. 18/POJK.03/2014 tanggal 19 November 2014 Perihal Tata Kelola Terintegrasi Konglomerasi Keuangan. 

Juga memenuhi POJK No. 17/POJK.03/2014 tanggal 19 November 2014 Perihal Penerapan Manajemen Risiko Terintagrasi Bagi Konglomerasi Keuangan.

Sebanyak 10 BPR menandatangani PKS ini, yakni PT BPR Intan Jabar, PT BPR Karya Utama Jabar, PT BPR Cipatujah Jabar, PD BPR LPK Cimerak Ciamis, PT BPR Cianjur Jabar, PD BPR LPK Cigasong, PD BPR LPK Panyingkiran, PD BPR Cingambul, PD BPR LPK Banjaran, dan PD BPR LPK Bekasi.

"Dengan adanya penunjukan Bank BJB sebagai entitas utama, kami ikut mendorong terciptanya tata kelola perusahaan yang baik dan pengelolaan risiko yang baik pada anggota konglomerasi keuangan Bank BJB," kata Agus Mulyana dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (31/3/2016).

Agus mengemukakan, penandatanganan PKS juga merupakan komitmen Bank BJB untuk mendorong pertumbuhan BPR milik Pemprov Jabar, pemkab/pemkot di Jabar, dan Bank BJB yang pada akhirnya dapat memacu perekonomian di provinsi ini.

Menurutnya, selain dengan 10 BPR, kerja sama ini juga akan dilakukan dengan BPR-BPR terafiliasi lainnya yang akan dilakukan secara bertahap.

"Kami punya 27 BPR yang terkonsolidasi dan terafiliasi. Ini tahap pertama, yang lainnya menyusul. Ini merupakan hal yang positif untuk menambah daya saing BPR. Tata kelola dan manajemen risiko BPR harus lebih baik di tengah persaingan yang makin ketat," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPR Intan Jabar Aam Muhammad mengatakan jalinan tata kelola dan manajemen risiko terintegrasi ini merupakan langkah yang bagus untuk meningkatkan profesionalisme BPR Intan Jabar.

Menurut dia, sebelum masuk ke entitas induk Bank BJB, hal-hal seperti ini masih belum dilakukan.

"Namun setelah kita lakukan dengan adanya pelatihan dan bimbingan dari Bank BJB, hal tersebut menjadi acuan, BPR menjadi lebih profesional dan hati-hati," tutupnya.

Kompas TV BJB Paling Bersinar di 2015
 
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawang Putih dan Cabai Rawit Merah Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Bawang Putih dan Cabai Rawit Merah Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Whats New
Smelter Timbal ZINC Mulai Uji Coba Produksi

Smelter Timbal ZINC Mulai Uji Coba Produksi

Rilis
NETV Resmi Melantai di BEI, Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

NETV Resmi Melantai di BEI, Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

Whats New
Bangun IKN Baru Berpotensi Bikin Utang RI Bengkak, Baiknya Ditunda atau Jalan Terus?

Bangun IKN Baru Berpotensi Bikin Utang RI Bengkak, Baiknya Ditunda atau Jalan Terus?

Whats New
Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

Whats New
Basuki Minta Rp 46 Triliun ke Sri Mulyani untuk Bangun Ibu Kota Baru

Basuki Minta Rp 46 Triliun ke Sri Mulyani untuk Bangun Ibu Kota Baru

Whats New
Afiliator Binary Option Ilegal, Transaksinya Dilarang

Afiliator Binary Option Ilegal, Transaksinya Dilarang

Whats New
Sering Dianggap Mata Uang Islam, dari Mana Asal Dinar dan Dirham?

Sering Dianggap Mata Uang Islam, dari Mana Asal Dinar dan Dirham?

Whats New
Intip Besarnya Tambahan Penghasilan Kepala Dinas di DKI Jakarta

Intip Besarnya Tambahan Penghasilan Kepala Dinas di DKI Jakarta

Whats New
Sudah 7.416 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Pelaporan Harta Tembus  Rp 6,03 Triliun

Sudah 7.416 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Pelaporan Harta Tembus Rp 6,03 Triliun

Whats New
Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri

Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Harga Emas Antam Naik Rp 3.000 Per Gram, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Naik Rp 3.000 Per Gram, Simak Rinciannya

Spend Smart
IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Rupiah Justru Melaju

IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Rupiah Justru Melaju

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.