Rokhmin Dahuri Sudah Duga Kebijakan Susi Bakal Berujung Seperti Ini

Kompas.com - 31/03/2016, 22:06 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong, Rohmin Dahuri telah menduga kebijakan penerusnya sekarang, Susi Pudjiastuti, bakal berujung seperti saat ini.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo pun sampai meminta Susi mengevaluasi kebijakannya. Rokhmin menilai, secara teori, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Susi hanya mempertimbangkan soal perlindungan kelestarian lingkungan (environmental protection).

"Nah, sedangkan masalah growth, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, praktis dikebiri. Sejak awal saya sudah menduga begitu, dan dugaan saya sangat, sangat benar," kata Rokhmin kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Padahal dalam pembangunan sektor perikanan, ada tiga hal yang menjadi tujuan pokok. Pertama, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

"Sehingga dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu dia bisa menyejahterakan nelayannya, bisa meningkatkan produksi baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor," ucap Rokhmin.

Kedua, pembangunan sektor perikanan bertujuan untuk mengatasi masalah kesenjangan, melalui pemerataan.

"Jadi pertumbuhan dari sektor perikanan itu tidak menumpuk di segelintir orang, tapi semua pemangku kepentingan dengan adil," imbuh dia.

Terakhir, barulah pembangunan sektor perikanan itu bertujuan untuk kelestarian lingkungan. Namun yang terjadi saat ini, menurut Rokhmin, Susi hanya melihat poin terakhir.

Hal tersebut terlihat dalam beberapa kebijakan seperti Permen KP 56/2014 tentang moratorium kapal eks asing, Permen KP 57/2014 tentang pelarangan alih muatan tengah laut, Permen KP 1/2015 tentang penangkapan lobster dan kepiting, serta 2/2015 tentang pelarangan pukat hela dan pukat tarik.

Belum lagi soal, kata dia, soal kenaikan tarif pungutan pajak hasil penangkapan (PHP) yang mencapai 1.000 persen.

"Saya sudah menduga lama hal ini, karena (sekarang) lebih dari 1 juta nelayan dan pembudidaya ikan pada menganggur, industri pengolahan perikanan yang sudah lama disuarakan oleh pengusaha, tetapi baru mendapatkan perhatian yang memadai ketika Pak Wapres kemarin, dua pekan lalu berkunjung," pungkas Rokhmin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RI Bidik Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit ke  Jepang

RI Bidik Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit ke Jepang

Whats New
Cara Top Up DANA lewat BSI Mobile dan ATM BSI dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat BSI Mobile dan ATM BSI dengan Mudah

Spend Smart
Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Whats New
Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Whats New
Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian 9 Bendungan Hingga Akhir 2022

Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian 9 Bendungan Hingga Akhir 2022

Whats New
BTPN Salurkan Kredit Rp 149,26 Triliun hingga Akhir Juni, Masih Didominasi Segmen Korporasi

BTPN Salurkan Kredit Rp 149,26 Triliun hingga Akhir Juni, Masih Didominasi Segmen Korporasi

Whats New
5 Tips Memilih Investasi yang Aman, Apa Saja?

5 Tips Memilih Investasi yang Aman, Apa Saja?

Whats New
Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Jadi Dirut Baru, Gantikan Kaspar Situmorang

Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Jadi Dirut Baru, Gantikan Kaspar Situmorang

Whats New
Bantu Perusahaan Bangun Relasi dengan Stakeholder, Tada Gifting Diluncurkan

Bantu Perusahaan Bangun Relasi dengan Stakeholder, Tada Gifting Diluncurkan

Whats New
Pendapatan Klinko (KLIN) Naik 215 Persen pada Semester I-2022

Pendapatan Klinko (KLIN) Naik 215 Persen pada Semester I-2022

Whats New
Astra Internasional Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Astra Internasional Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Krisis Inggris, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Krisis Inggris, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Whats New
Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Whats New
BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.