Kompas.com - 08/04/2016, 18:02 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar saat meresmikan Peta Desa pada Selasa (16/2/2016). Kemendesa PDTTMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar saat meresmikan Peta Desa pada Selasa (16/2/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com – Program transmigrasi diyakini sangat menjanjikan bagi masyarakat yang ingin memperbaiki penghasilan dan penghidupan.

Dengan mendapatkan fasilitas lahan produktif, para transmigran berpeluang mengubah nasibnya menjadi lebih baik.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menjelaskan, selain membuka keterisolasian daerah-daerah terpencil, program transmigrasi selama ini telah berhasil membuka kawasan ekonomi baru.

“Program unggulan transmigrasi ada di perbatasan yang mayoritas berada kawasan hutan. Nah, transmigrasi ini berhasil membuka kawasan ekonomi baru. Misalnya Gorontalo dengan produk unggulan jagungnya,” ujar Marwan, di Jakarta, Jum’at (8/4/2016).

“Setiap wilayah yang akan kita jadikan sebagai sasaran transmigrasi, potensi wilayahnya sudah kita petakan terlebih dahulu. Untuk sawit dan karet, mayoritas berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan,” sambung Marwan.

Di sisi lain, lanjut Marwan, pusat ekonomi baru tersebut juga berimplikasi pada terciptanya lapangan kerja baru, khususnya di sektor pertanian dan pendukung.

Hingga saat ini, ada sebanyak 4.900.200  tenaga kerja permanen yang berhasil diserap di kawasan transmigrasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, Marwan berharap ke depan program transmigrasi juga bisa menjadi daya tarik bagi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) luar negeri.

Pasalnya, suksesnya program transmigrasi di sejumlah wilayah tersebut setidaknya  akan mengubah cara pandang TKI agar kembali bekerja di negeri sendiri.  

“Ini juga upaya kita, agar TKI di luar negeri kembali ke Indonesia. Kita ajak mereka untuk sama-sama membangun kawasan sendiri. Agar mereka (TKI) mau bekerja dan menata hidup di kawasan kita sendiri, tidak di luar negeri,” harapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.