Hermawan Kartajaya : Entrepreneur Harus Bekerja Untuk Humanity

Kompas.com - 11/04/2016, 05:01 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia kembali terlibat dalam acara penandatanganan Declaration Human Entrepreneurship bersama negara-negara anggota International Council for Small Business (ICSB).

Kali ini Korea Selatan menjadi tuan rumah dari perhelatan internasional tersebut. Indonesia mengirimkan tim yang dimpimpin Hermawan Kartajaya selaku President ICSB Indonesia, serta YW Junardhy dan Hendra Warsita, masing-masing sebagai Vice President dan Secretary General ICSB Indonesia.

"Bahwa entrepreneur harus bekerja untuk humanity," ujar Hermawan melalui rilis ke Kompas.com, Sabtu (9/4/2016).

Event di Seoul ini merupakan pemanasan menuju ICSB Conference tahunan tingkat global yang akan berlangsung tanggal 14-17 Juni 2016 di New York City, AS.

Di ajang tersebut, ICSB Indonesia juga menyatakan kesediaan untuk hadir. Keterlibatan dalam ajang ini diharapkan dapat memicu semangat kewirausahaan di Indonesia. Pada tahun sebelumnya Indonesia bertindak selaku tuan rumah.

Dengan rutin ikut berpartisipasi dalam Declaration Human Entrepreneurship ini menunjukan bahwa pemerintah Indonesia serius dalam mengembangkan kewirausahaan berbasis teknologi yang memiliki dampak sosial.

"Deklarasi pertama dilakukan di Jakarta tahun lalu bersama Menteri KUKM," kata Hermawan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Human Entrepreneurship merupakan sebuah konsep kewirausahaan yang dikembangkan oleh Ki-Chan Kim dari Korea, bersama Tim Indonesia yang diketuai Jacky Mussry, Dekan MarkPlus Institute.

Kim membagi definisi kewirausahaan ke dalam tiga kategori. Pertama, Entrepreneurship 1.0, yaitu pengusaha yang bekerja untuk dirinya sendiri demi mencari nafkah pribadi.

Kedua, Entrepreneurship 2.0, adalah pengusaha yang bekerja untuk sebuah organisasi. Dan Ketiga, Entrepreneurship 3.0 yang bekerja untuk masyarakat dan kemanusiaan.

Sedangkan Hermawan berpendapat entrepreneur tradisional itu terdiri dari tiga bagian. Pertama, Entrepreneur 1.0 tentang product centric.

Kedua, Entrepreneur 2.0, adalah customer centric. Sedangkan Human Entrepreneurship adalah bagian dari Sociotechnopreneurship, masuk dalam bagian 3.0 dan human centric.

"Ini sejalan dengan pemikiran menteri," pungkas Hermawan yang juga Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.