Warganya Sulit Dapat Dana Kembangkan UKM, Walikota Tidore Curhat ke Menkop

Kompas.com - 22/04/2016, 05:45 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Anak Agung Gde Puspayoga (dua dari kanan) dan Dirut PT Bank Mandiri, Budi G Sadikin (kiri) bersama 2 finalis dalam program wirausaha Mandiri 2014, di Jakarta, Selasa (10/3/2015) Stefanno Reinard SulaimanMenteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Anak Agung Gde Puspayoga (dua dari kanan) dan Dirut PT Bank Mandiri, Budi G Sadikin (kiri) bersama 2 finalis dalam program wirausaha Mandiri 2014, di Jakarta, Selasa (10/3/2015)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melakukan kunjungan kerja ke Ternate Provinsi Maluku Utara dan Manado Provinsi Sulawesi Utara sejak tanggal 20 hingga 23 April 2016.

Dalam kunjungannya, dia mendapat keluhan Wali Kota Tidore, Capten Ali Ibrahim. Ali mengatakan, daerah Tidore memiliki keterbatasan dalam mengembangkan usaha kecil menengah.

Tidak hanya itu, pedagang kaki lima terkendala pada biaya produksi serta transportasi untuk mendapatkan akses menuju sentral penyimpanan barang di daerah lain.

"Sebagai otonom daerah yang baru, Tidore memiliki keterbatasan dan kekurangan dalam hal UKM, koperasi dan akses transportasi," keluh Ali di Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, Kamis (21/4/2016) dalam keterangan resminya.

Mendapatkan protes demikian, Puspayoga memastikan, pemerintah mendukung penuh beroperasinya koperasi di berbagai penjuru di negeri ini termasuk di Tidore Kepulauan. Menurutnya koperasi merupakan amanat Undang-undang.

"Koperasi itu amanat Undang-undang Perekonomian. Kita enggak boleh mundur, tidak ada kata terlambat," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sultan Tidore Husain Syah meminta dukungan Menteri Puspayoga agar Tidore Kepulauan berkembang dan berdiri sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia dalam bidang infrastruktur maupun ekonomi.

Husain menambahkan, sebelumnya koperasi di kawasan Tidore berjalan dengan mulus namun karena beberapa aturan pemerintah pusat yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat maka perlahan sejumlah koperasi kolaps.

"Dulu koperasi sangat tumbuh dan bagus namun seiring perkembangan zaman dan kebijakan pemerintah pusat sekarang tidak bisa lagi berkembang karena kebijakan itu sendiri," tegas Husain.

Pada hari kedua kunjungan kerja, Menteri Puspayoga mengunjungi Kesultanan Tidore dan KSP Baboto Tidore. Dalam kunjungan kerja itu, Puspayoga sekaligus mensosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kompas TV Bunga KUR Resmi Turun Menjadi 9%
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Rilis
Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Whats New
Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Whats New
BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

Whats New
Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Earn Smart
Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Whats New
Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Whats New
Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Rilis
Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Whats New
Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Whats New
 Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Spend Smart
Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Whats New
Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Whats New
Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

Whats New
Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.