Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Turis Masih Bayar "Visa on Arrival", Kemenko Maritim Sorot Kemenlu ketimbang Imigrasi

Kompas.com - 26/04/2016, 20:45 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Kemaritiman (Kemenko Maritim) lebih menyoroti peran Kementerian Luar Negari (Kemenlu) daripada Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) terkait dengan masalah visa on arrival.

Seperti diketahui, dalam sidak penerapan bebas visa kemarin, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, banyak turis asing belum mengetahui bahwa negaranya termasuk ke dalam 169 negara bebas visa masuk ke Indonesia.

"Untuk sosialisasi ya Kemenlu," ujar Tenaga Ahli Menteri Koordinator Kemaritiman Abdul Rochim di Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Menurut dia, peran Kemenlu dalam sosialisasi kebijakan bebas visa memang sangat penting.

Sebab, Kemenlu bisa memanggil Duta Besar dari 169 negara yang mendapatkan visa bebas ke Indonesia untuk diinformasikan mengenai kebijakan tersebut.

Sedangkan, Ditjen Imigrasi kata Abdul, peranannya hanya sebatas teknis administrasi saja.

"Kalau (mengurus visa) memang imigrasi. Tapi, Imigrasi hanya administasinya. Sebelum administrasi kan perlu sosialisasi. Sosialisasi saya rasa ya Kemenlu," kata Abdul.

Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Alif Suaidi menuturkan, pembayaran visa on arrival turis asing tersebut masuk ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Setiap hari biaya visa on arrival itu disetorkan ke kas negara (dari) rekeningnya tentu atas nama Dirjen Imigrasi," ujar Alif saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/4/2016).

Menurut Alif, Penerimaan Negara Bukan Pajak itu akan masuk ke rekening Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com